free hit counter

Inflasi Capai 7,5% Jika Harga BBM Naik

Senin, 06/05/2013
Inflasi Capai 7,5% Jika Harga BBM Naik

NERACA

Jakarta - Kepala Ekonom Danareksa Institute Purbaya Sadewa mengatakan bahwa dampak inflasi akibat kenaikan BBM akan cukup terasa. “Kalau BBM dinaikkan Rp1.500 atau naik 33%, dampak inflasinya akan sekitar 2,3%. Jadi akhir tahun bisa 7-7,5%. Apakah BI (Bank Indonesia) akan menaikkan suku bunga? Ini inflasi akibat supply. Jadi menaikkan bunga tidak ada gunanya. Selama ini, pemahaman BI, kalau inflasi naik, maka bank sentral harus bereaksi. Kemungkinan besar bank sentral akan menaikkan  suku bunga,” jelas Purbaya di Jakarta, Jumat (3/5) pekan lalu.

Perkiraan Purbaya, dampak dari kenaikan BBM ini akan terjadi selama 6-9 bulan. Ini berdasarkan pengalaman kenaikan BBM sebelumnya. Indonesia pernah mengalami kenaikan harga BBM sebesar 29,5% pada Maret 2005. Efeknya, ekonomi stagnan selama jangka waktu tersebut. Kasus lain ketika BBM naik pada Oktober 2008, ekonomi bukan hanya stagnan, tapi jatuh meskipun hanya dalam periode tertentu, lantas naik lagi.

“Businessman siap-siap karena ekonomi akan stagnan,” pesan Purbaya. Namun begitu, masih ada cara untuk memperkecil kemungkinan stagnan-nya perekonomian. “Bisa dibantu kalau pemerintah menyerap anggaran dengan baik. Tapi sayangnya lima tahun terakhir masalah penyerapan anggaran tidak bisa diperbaiki secara signifikan. Itu tidak bisa diubah dalam satu malam. Saya yakin tahun ini pun tidak bisa diubah dengan cepat,” kata Purbaya.

Para pengambil kebijakan, lanjut dia, harus betul-betul menggenjot penyerapan anggaran seperti infrastruktur, sehingga uang yang menganggur di BI bisa digunakan. Pemerintah harus mempercepat penyerapan anggaran.Next