free hit counter

Kinerja Pemerintah Lamban

Selasa, 08/01/2013
Kinerja Pemerintah Lamban

Ironis memang. Di tengah suasana reformasi birokrasi yang didengung-dengungkan sejak beberapa tahun lalu, ternyata hasil kinerja Kementerian dan Lembaga (K/L) masih terlihat tidak perform. Buktinya,  problem penyerapan anggaran seperti tanpa solusi. Dari tahun ke tahun penyerapan anggaran selalu di bawah target. Untuk 2012, realisasi belanja negara cuma mencapai 95,6%.

Realisasi belanja yang tidak mencapai  target itu berdampak pada minimnya kontribusi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi pada 2012. Berdasarkan data Kemenkeu, hingga akhir tahun lalu realisasi belanja negara hanya mencapai Rp1.479 triliun atau lebih rendah 4,4% dari target yang ditetapkan APBN-P 2012 yaitu Rp1.548 triliun.

Tidak hanya itu. Realisasi belanja kementerian/ lembaga (K/L) ternyata juga lebih buruk. Kemampuan penyerapan belanja K/L diperkirakan hanya mencapai  88% dari target APBN-P 2012 yang ditetapkan sebesar Rp547,9 triliun. Parahnya lagi, pos dengan tingkat penyerapan anggaran terendah adalah belanja modal, yang hanya mencapai 78%. Padahal, belanja modal diharapkan bisa menjadi motor pendorong  pertumbuhan ekonomi nasional.

Ini menunjukkan lambannya penyerapan anggaran akibat kinerja birokrat yang sepertinya sudah menjadi “penyakit” akut  yang tidak kunjung sembuh di tubuh K/L di negeri ini.  Kondisi ini memang terlihat sejak semester I-2012 hingga mencapai klimaksnya pada akhir tahun lalu.  

Sebelumnya Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang juga Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Kuntoro Mangkusubroto mengungkapkan,  pada periode Januari - Juni 2012, rata-rata realisasi belanja anggaran di 86 K/L baru mencapai  31,98%. Next