Kamis, 23 Februari 2012 | 10:30 WIB DAK-DAU dan Lobi Daerah Oleh: Sadar Subagyo Anggota Komisi XI-DPR RI Pemerintah seharusnya tidak bangga dengan makin besarnya dana transfer daerah, termasuk dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) yang mencapai dua kali lipat secara agregat. Padahal sebenarnya besaran dana transfer daerah itu perlu dikoreksi. Meski meningkat dua kali lipat, sebenarnya alokasi anggaranya harus dilihat dari persentase. [...]
Rabu, 22 Februari 2012 | 11:00 WIB Ketika Nelayan Tak Lagi Melaut Keluarnya Peraturan Presiden No.15/2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu pada 7 Februari silam membuat nelayan tak mampu lagi melaut. Dalam regulasi itu, pemerintah “mengharamkan” kapal berbobot 30 gross tonnage (GT) ke atas mendapat solar subsidi seharga Rp 4.500 per liter sehingga memaksa para nelayan “gantung jaring”. Kontan [...]
Selasa, 21 Februari 2012 | 10:45 WIB Moralitas dan Profesionalisme OJK Oleh A Eko Cahyono Wartawan Harian Ekonomi NERACA Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) mesti dilakukan secara ketat, teliti dan cermat. Jangan sampai salah memilih orang. Kalau ternyata Panitia Seleksi sengaja meloloskan orang-orang tak “bermoral “ memimpin lembaga OJK. Itu sama saja memindahkan “Jin” dari satu tempat ke OJK. Karena itu penting sekali mengedepankan [...]
Selasa, 14 Februari 2012 | 21:30 WIB RUU Jalan dan Masyarakat VIEW RUU Jalan dan Masyarakat Oleh Eko Cahyono Wartawan Harian Ekonomi Neraca Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Jalan mestinya harus berpihak kepada masyarakat. Karena bagaimana pun pembangunan jalan selalu saja berhubungan dengan tanah adat. Selama ini marak kasus penutupan jalan tol oleh masyarakat karena biaya pembebasannya belum dibayar. Apalagi dana itu ada yang tak sampai ke [...]
Rabu, 15 Februari 2012 | 10:30 WIB Perbaiki Mental Birokrat Oleh: Ahmad Syaikhon Wartawan Harian Ekonomi NERACA Niatan pemerintah Indonesia untuk melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan nampaknya akan sia-sia saja. Maklum saja, birokrat Indonesia ternyata selalu tak berkutik berhadapan dengan negara adidaya. Karena, belum apa-apa pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah menakut-nakuti pemerintah jika renegosiasi dilaksanakan maka iklim investasi di Indonesia menjadi tidak kondusif. Alasannya, jika [...]
Senin, 13 Februari 2012 | 21:15 WIB Bus Maut dan Transportasi Nasional VIEW Bus Maut dan Transportasi Nasional Oleh Eko Cahyono Wartawan Harian Neraca BeruntuNnya sejumlah kecelakaan membuat transportasi nasional kembali terhenyak dengan musibah tabrakan maut bus Karunia Bakti. Hal ini membuktikan, pengawasan dari pemilik bus dan pembinaan kepada para sopir yang sangat lemah dan lebih mengutamakan setoran, sehingga hal ini sering terjadi. Tentu ini bisa dilihat [...]
Senin, 13 Februari 2012 | 10:00 WIB PDB/Kapita dan Pemerataan Oleh: Prof. Firmanzah Ph.D Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Baru-baru ini Biro Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada 2011 mencapai US$ 3.542,9 atau setara Rp 30,8 juta. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2010) angka ini tumbuh sebesar 13,8%. Peningkatan ini lebih besar lagi apabila dibandingkan dengan tahun 2009 [...]
Rabu, 8 Februari 2012 | 22:00 WIB SBI dan Masalah Nasionalisme VIEW SBI dan Masalah Nasionalisme Oleh Eko Cahyono Wartawan Harian Neraca Jakarta–Sekolah Bertaraf Internasional yang dikenal dengan SBI agaknya memiliki “kelemahan”. Salah satunya adalah masalah rasa nasionalisme para siswa yang terkesan mulai meluntur. Hal itu terlihat dari penggunaan Bahasa Inggris yang digunakan melebihi penggunaan Bahasa Indonesia. Terlebih, SBI-RSBI banyak menonjolkan simbolisme-simbolisme pendidikan tanpa makna. [...]
Selasa, 7 Februari 2012 | 21:30 WIB Salah Prosedur dan Ruang Banggar VIEW Salah Prosedur dan Ruang Banggar Oleh Eko Cahyono Wartawan Neraca Kisruh renovasi ruang Banggar yang menelan biaya Rp20,3 miliar belum selesai. Bahkan setelah dilakukan efisiensi cuma turun Rp6 miliar. Namun biaya Rp14 miliar masih dianggap mahal. Untuk terus menekan penghematan, semua mebelair produk impor diganti produk local. Yang jelas Badan Kehormatan (BK) DPR RI [...]
Selasa, 7 Februari 2012 | 12:15 WIB Logika Aneh Menpera Oleh: Kamsari Wartawan Harian Ekonomi NERACA Entah apa yang terlintas di kepala Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz saat memutuskan untuk menghentikan kucuran dana subsidi perumahan. Mantan pengembang pasar Tanah Abang ini beralasan bahwa Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) penyaluran subsidi perumahan dalam format Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah habis masa berlakunya pada 31 Desember [...]
OWNER PENDOPO 21 AUTHENTIC JAVANESE FOODS : RATNA SUHARTONO Melestarikan Kuliner Asli Budaya Jawa Neraca. Kelezatan hidangan, keramahan pelayanan, dan suasana yang nyaman memang dimiliki Pendopo 21, sebuah restoran yang mengusung masakan Jawa dengan cita rasa keaslian yang terjaga. Adalah Ratna, perempuan asal Kota
Sekjen Sarekat Hijau Indonesia (SHI) : Koesnadi Wirasapoetra Berjuang Menghijaukan Indonesia Neraca. Sarekat Hijau Indonesia (SHI) sebuah organisasi massa yang tumbuh dari kepedulian atas krisis politik, ekonomi, social, budaya dan kedaulatan bangsa, memang masih terbilang ‘hijau’. Namun organisasi massa yang dideklarasikan
PIJAT REFLEKSI KEPRESIDENAN : SIMON PIETER SUJILAN Memijat Banyak Kepala Negara Neraca. Siapakah Simon Pieter Sujilan? Pria yang akrab dengan nama Simon Peter. Tak banyak orang yang mengenal, namun dilingkungan pejabat negara, Simon begitu akrab. Kedekatan Simon dengan petinggi di republik
DIREKTUR UTAMA PT INDO HUMAN RESOURCE : SUMARNO Kami Hadir Dengan Memberi Solusi Neraca. Dengan visi menjadi pemimpin dalam jasa pelayanan sumber daya manusia, dengan memberi solusi terbaik terhadap kliennya, perusahaan yang berdiri 16 Agustus 2005 ini, terbukti mampu membuktikan kinerjanya. Dinahkodai Sumarno
OWNER LAYA BOUTIQUE : AGUSTINE SUSANTI Sukses Mengembangkan Bisnis Fashion Neraca. Where there is a will, there is a way; ketika ada kemauan, ada jalan keluar. Pepatah yang tepat mengambarkan Agustine Susanti, sosok enterpreneur muda dibidang fashion. Dibawah bendera LAYA