free hit counter

Performa APBN 2013

Senin, 25/02/2013
Performa APBN 2013

 Oleh : Prof Firmanzah PhD

Staf Ahli Presiden Bidang ekonomi dan Pembangunan

Di setiap negara, anggaran belanja merupakan faktor penting dalam sistem perekonomian. Strategi, kebijakan dan skala prioritas pembangunan akan tercermin pada besaran alokasi anggaran di setiap pos pengeluaran. Selain itu juga, dalam struktur anggaran negara, kita juga dapat melihat bagaimana pola dan struktur penerimanaan negara. Penerimaan negara dari sektor pajak dan non-pajak (dividen dan hibah) merupakan sumber penerimaan penting dan strategis.

Selanjutnya, selisih antara pengeluaran dan total penerimaan seringkali kita sebut sebagai defisit anggaran. Biasanya defisit ini ditutupi melalui penerbitan surat utang negara atau skema pinjaman dari pihak luar. Anggaran belanja dan penerimaan Indonesia 2013 disetujui dan disahkan oleh DPRI-RI pada 23 Oktober 2012 melalui UU No. 19/2012 tentang APBN 2013.

Bagi Indonesia, ruang APBN telah meningkat sangat signifikan dibandingkan dengan 8-10 tahun terakhir. Misalnya, pada 2004, APBN-P kita hanya berjumlah Rp. 430 triliun dan mampu ditingkatkan lebih dari 290% menjadi Rp. 1.683 triliun pada APBN 2013. Dalam komposisi tersebut, belanja pemerintah pusat sebesar Rp. 1.154,4 triliun dan dana transfer ke daerah untuk dana perimbangan dan otonomi khusus dan penyesuaian sebesar Rp 528,6 triliun.Next