free hit counter

Pasar Modal Butuh Kualitas

Rabu, 31/10/2012
Pasar Modal Butuh Kualitas

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Jelang tutup tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus kejar target 25 emiten di tengah krisis ekonomi global, meski kondisi ini dinilai berat untuk menyakinkan perusahaan yang belum mencatatkan sahamnya di pasar modal. Alasannya, selain kondisi bursa yang tidak bagus juga alasan perpajakan dan juga aturan keterbukaan yang dinilai memberatkan pengusaha. Sementara untuk perusahaan BUMN, tidak satupun mencatatkan saham perdananya (IPO) di bursa domestik tahun ini.

Kondisi ini berbeda dengan awal tahun, dimana pemerintah sempat sesumbar bila ada tujuh BUMN yang siap mencatatkan saham perdananya. Namun seiring berjalannya waktu, rencana tersebut pupus sudah dengan alasan terbentur dengan izin di DPR. Sehingga harapan BUMN bisa lebih banyak listing di pasar modal, meleset dari target yang diharapkan.

Walau BEI belum mau merevisi target emiten tahun ini, melihat peluang yang ada sepertinya sempit dapat mencapai target tersebut. Bahkan untuk transaksi harian saja, BEI harus merevisi target dari Rp 5,8 triliun menjadi Rp 4,8 triliun. Kendati transaksi harian mengalami penurunan, pihak mengklaim paling likuid dibandingkan transaksi harian di bursa regional Asia yang turun capai 15% dan bahkan di Eropa yang sebaliknya menurun drastis hingga 25%.Next