free hit counter

DPR vs BUMN "Sapi Perah"

Kamis, 25/10/2012
DPR vs BUMN

Oleh:  Munib Ansori

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Adagium “sapi perah” tidak hanya lazim dipakai dalam diskursus industri peternakan. Dalam perbincangan mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), istilah itu pun jamak dipergunakan. Terutama kaitannya dengan dugaan kebiasaan para legislator di Senayan yang menjadikan perusahaan milik negara itu sebagai “sapi perah” baik untuk pribadi maupun partainya.

Sinyalemen tentang transaksi haram antara legislator dan para bos BUMN ini pula yang agaknya juga menjadi pemicu ketegangan antara sejumlah wakil rakyat dan kementerian yang dikomandani Dahlan Iskan. Menteri nyentrik ini memang tegas melarang para direksi BUMN untuk nyetor ke DPR, betapapun diminta oleh para wakil rakyat yang terhormat itu.

Memang, tak mudah membuktikan transaksi haram politisi dan oknum BUMN. Tapi setidaknya, Menteri Dahlan telah mencium bau tak sedap dari kebiasaan buruk itu. Sehingga, dia memerintahkan semua direksi BUMN untuk berani menolak anggota DPR yang meminta-minta jatah ke BUMN.Next