free hit counter

Penerbitan Obligasi Daerah Dinilai Tidak Menarik

KURANG BERPROSPEK DAN BERPOTENSI GAGAL BAYAR

Senin, 02/07/2012
Penerbitan Obligasi Daerah Dinilai Tidak Menarik

Jakarta –Rencana pemerintah daerah DKI Jakarta menerbitkan obligasi (surat utang) akan memicu pemerintah daerah lainnya mencari pendanaan infrastruktur selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hanya saja, penerbitan obligasi daerah dinilai belum banyak memberikan daya tarik bagi investor dan terlebih berpotensi gagal bayar.

NERACA

Direktur Utama Mandiri Investasi Abiprayadi Riyanto mengatakan, tidak ada yang menarik satu pun bagi investor untuk membeli dari penerbitan obligasi pemerintah daerah (Pemda). Pasalnya, obligasi daerah dinilai belum menjual, “Sulit menyakinkan bagi investor untuk membeli obligasi daerah, apalagi untuk mendapatkan keuntungan ditengah banyak kelemahannya,”katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, dalam penerbitan obligasi daerah harus ada yang bisa membuat daya pikat investor baik itu dari laporan keuangan, kinerja hingga jaminan risikonya. Kemudian dia menambahkan, seharusnya pemerintah daerah bisa mengoptimalkan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam membiayai infrastruktur daerah ketimbang menerbitkan obligasi.

Hal senada pernah disampaikan ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa, penerbitan obligasi daerah belum mendesak. Alasannya, penyerapan dana APBD masih lambat. Bahkan menurutnya, pergunakanlah anggaran yang ada dan tidak perlu melepas obligasi.Next