Kebijakan Yunani Dongkrak Harga Minyak

NERACA

Singapura---Pemerintah Yunani menyetujui langkah penghematan anggaran. Dampaknya, harga minyak terseret naik ke USD99 per barel. Kebijakan penghematan tersebut diambil guna memperoleh kembali dana bantuan untuk menghindari kebangkrutan. Demikian dikutip dari Associated Press (AP)

Imbasnya, harga minyak naik untuk pengiriman Maret sebesar 58 sen menjadi USD99,25 per barel di perdagangan elektronik New York Merchantile Exchange. Sementara minyak mentah jenis brent naik 85 sen menjadi USD117,60 per barel di Bursa ICE Futures London.

Sebagaimana diketahui, pemungutan suara oleh anggota parlemen Yunani menimbulkan kerusuhan yang tidak terelakkan. Massa turun ke jalan sebagai aksi protes atas keputusan tersebut. Keputusan tersebut diambil guna menghindari kebangkrutan. Karena tanpa bailout, Yunani bisa saja bangkrut bulan depan dan lepas dari Zona Eropa, sehingga mengacaukan ekonomi global.

Harga minyak memang mendekati USD100 per barel beberapa bulan terakhir. Namun, University of Michigan mengukur jika kepercayaan konsumen akan jatuh pada Februari, dan beberapa analis menyalahkan harga bahan bakar yang terlampau tinggi. "Masalahnya adalah, harga bensin baru-baru ini melonjak dan tampaknya mengimbangi perkembangan yang positif," kata sebuah laporan dari Capital Economics.

Beberapa analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi global yang melemah tahun ini akan mendorong harga lebih rendah. Badan Energi Internasional mengatakan bahwa kenaikan permintaan minyak global akan mencapai kurang dari satu persen tahun ini. Pada perdagangan energi lainnya, minyak pemanas naik satu sen di USD3,20 per galon dan bensin berjangka stabil pada USD2,97 per galon. Gas alam turun lima sen menjadi USD2,42 per 1.000 kaki kubik. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kebijakan Impor Beras Butuh Sinkronisasi Data

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu benar-benar melakukan sinkronisasi data terkait dengan kebijakan yang membuka masuknya beras impor agar jangan sampai…

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi NERACA Sukabumi - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi…

BOSS Patok Harga IPO Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta – Perusahaan tambang batu bara di Kutai Barat Kalimantan Timur, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) telah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…