70 Chaebol Ditawarkan Proyek MP3EI

NERACA

Jakarta---Pemerintah Indonesia mengajak konglomerat Korea Selatan yang biasa disebut Chaebol melakukan investasi pada sejumlah proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Sebanyak 70 pimpinan berbagai perusahaan di Korea Selatan seperti Hyundai Corporation, Hanwha, Lotte Mart, POSCO, Hanjin, Hansae Sea-Trading, Samtan dan SK Holding,” kata Duta Besar RI di Seoul Nicholas T Dammen dalam rangka promosi investasi Indonesia, di Seoul, Jumat (10/2

Menurut Nicholas T Dammen, para pebisnis Korea Selatan terus meningkatkan investasi dan kerja sama di berbagai bidang di Indonesia. Apalagi, kata dia, saat ini iklim investasi di Indonesia semakin membaik seiring dengan predikat Indonesia sebagai negeri layak investasi (investment grade). "Indonesia telah terbukti mampu bertahan dari guncangan krisis keuangan dari luar. Peningkatan Indonesia menjadi `investment grade` juga telah membuat Indonesia menjadi incaran investor-investor besar dunia," tambahnya

Pada kegiatan yang diwarnai penampilan dua tarian tradisional Indonesia, yaitu tari Tempurung dan tari Bajidor Kohot itu, sejumlah perusahaan besar asal negeri ginseng itu tertarik untuk investasi, antara lain di bidang konstruksi, perkebunan untuk tanaman Kelapa Sawit, jagung, singkong dan industri turunannya, pertambangan, serta konstruksi tenaga listrik dan gas. . "Kegiatan ini menjadi salah satu sarana efektif untuk saluran komunikasi dengan para pengusaha Korea, sehingga berbagai inisiatif kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan implementasi," katanya.

Ditempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mempersilakan siapa saja yang ingin menjadi investor pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau Sumatera dengan Jawa ini. Namun, harus menunjukkan realisasinya. "Kita silakan saja, yang realistis saja, jangan tertarik tapi enggak realisasi. Jadi menurut saya bisa kita tenderkan dan kita lihat mana yang baik dan mungkin, silakan saja," ungkapnya

Hatta menegaskan tidak akan menunjuk perusahaan siapa yang harus ikut tender, karena proyek ini memiliki pemrakarsa yaitu Provinsi Banten dan Lampung yang berkonsorsium dengan Artha Graha yang termasuk dalam grup Tommy Winata (TW). "Silakan saja, tapi tetap saja harus tender, tapi karena dia pemrakarsa dapat right to match, atau 10 persen, normal. Karena dia mengeluarkan dana untuk melakukan kajian, silakan saja," imbuhnya

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan JSS akan dilanjutkan dengan feasibility study atau uji kelayakan dua hari lagi. Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan untuk membangun JSS ini, pihaknya akan terus menekan agar uang pemerintah tidak ada keluar sepeser pun untuk membangunnya. Dia berharap JSS akan dibangun dengan dana swasta dalam negeri. "Itu harapan kita. Berdasarkan itu harus segera kita lelang tender investasinya, itu saja. Jadi yang harus segera ditandatangani pemerintah dengan pemrakarsa," ungkap Djoko beberapa waktu lalu. **cahyo

BERITA TERKAIT

BKPM Tawarkan Rp3,9 triliun Proyek Pariwisata

    NERACA   Padang - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata menawarkan proyek pariwisata senilai 2,9 miliar…

Proyek Pembangunan Jalan Cengkareng

Di wilayah Cengkareng terdapat proyek pembangunan jalan dekat mal Ramayana yang sangat meresahkan dan sudah hampir seminggu lamanya. Pada bagian…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…