Kerjasama Indonesia-Korea Kembangkan Teknologi UKM

Kerjasama Indonesia-Korea Kembangkan Teknologi UKM

NERACA

Jakarta - Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan bahwa saat ini sektor industri sudah memasuki era industri 4.0, termasuk untuk para UKM di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM menjalin kerjasama dengan Korea Selatan dengan membentuk Pusat Pertukaran Teknologi atau The Indonesia-Korea The Indonesia-Korea Technology Exchange (IKTEC)."UKM kita akan menuju ke arah industri 4.0. Maka, peran teknologi UKM di Indonesia akan kita tingkatkan dengan mengaplikasikan teknologi dari Korea dalam mengembangkan usahanya", kata Meliadi pada acara peresmian kerjasama The Indonesia-Korea Technology Exchange Center, di Jakarta, Senin (16/4).

Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hasan Jauhari. Sementara dari pihak Korea Selatan dihadiri Park Dong Cheol (Direktur Umum, Kementerian UKM dan Startups Korea), Kim Chang Beom (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia), Yangtaek Moon, (Atase Komersial, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia), Kim Jungho (Asisten Manajer ASEIC), dan Sung Myung Ki (Chairman, INNOBIZ Korea).

Bagi Meliadi, kerjasama ini amat strategis dan akan menjadi prioritas bagi Kemenkop dan UKM, yang sejalan dengan arahan Presiden RI agar UKM Indonesia masuk ke era industri 4.0."Terutama kita akan mengajak UKM muda kita termasuk bisnis start-up dan generasi milenial untuk memanfaatkan pertukaran teknologi dengan Korea ini. Saya yakin, kerjasama ini akan saling menguntungkan kedua negara dalam mengembangkan UKM", kata Meliadi.

Meliadi menambahkan, IKTEC merupakan kegiatan kerjasama dan kolaborasi pengembangan UKM yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia dengan Kementerian UKM dan Startups Korea Selatan."Forum ini merupakan implementasi kesepakatan 1st Joint Committee on SME Cooperation antara Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Small and Medium Business Administration of (SMBA) the Republic of Korea, pada tanggal 2 Maret 2017, di Jakarta, Indonesia", papar Meliadi.

Di samping itu, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Kementerian UKM dan Startups Korea Selatan tentang kerjasama teknik bidang pengembangan koperasi dan UKM yang sudah ditandatangani pada 16 Juni 2016, di New York, Amerika Serikat."Tujuan program ini Untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas UKM Indonesia melalui pertukaran teknologi antar perusahaan/UKM Indonesia dan Korea. Kedua, menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan bisnis baru yang didorong oleh kolaborasi UKM Indonesia dan Korea", imbuh Meliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Umum dari Kementerian UKM dan Startups Korea Park Dong Cheol mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya, ditambah dengan potensi pasar dari 260 juta jiwa penduduk Indonesia."Kita akan terus meningkatkan kerjasama ini dengan visi dan misi bersama dalam membangun teknologi, produksi dan pemasaran produk kedua negara", tandas Park Dong Cheol.

Terlebih lagi, kata Park Dong Cheol, dunia saat ini sudah memasuki era ekonomi digital."Kita akan terus meningkatkan kerjasama kedua negara dalam bidang teknologi untuk kemajuan UKM kedu negara", ujar dia seraya menyebutkan, akan dilakukan pertemuan bilateral antara kedua negara yang membahas mengenai proses IKTEC, pelatihan bisnis teknologi Korea bagi UKM kopi dan pembuatan roti, rencana promosi ekonomi digital Indonesia, diskusi joint cooperation untuk pengembangan start-up, dan lain-lain terkait pengembangan UKM di kedua negara.

Adapun kegiatan pertama program ini adalah pelatihan koordinator IKTEC yang berlangsung selama tiga hari (16 April-18 April 2018). Tugas dari koordinator adalah untuk menemukan permintaan teknologi dari UKM Indonesia dan menganalisis permintaan tersebut kemudian me-matching-kannya dengan UKM Korea yang memiliki teknologi sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di Kementerian Koperasi dan UKM dengan diikuti oleh sekitar 25 orang peserta dengan instruktur atau pelatih yang dihadirkan adalah Profesor Joo Jae Man (Duksung Women’s University), Choi Myunghwan (TTS Consulting Co.,Ltd), dan Seo Sung Kyu (Senior Manager, Overseas Cooperation Center, SBC).

Sedangkan dalam sambutannya, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Kim Chang Beom menyambut baik kerjasama kedua negara dalam bidang pertukaran teknologi."Saya berharap kerjasama kedua negara ini bisa lebih intensif dengan berdirinya The Indonesia-Korea Technology Exchange Center di Jakarta. Pemerintah Korea akan lebih proaktif lagi dalam kerjasama ini", pungkas Kim Chang Beom. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

KERJASAMA LAYANAN PERBANKAN

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto (tengah) bersama Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Dirjen Pajak Kemenkeu Iwan…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta – Apapun niat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, namun bila dilakukan dengan kebijakan impor tentu saja menuai pro…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

PNM Dorong UKM Lebih Inovatif dan Kreatif

PNM Dorong UKM Lebih Inovatif dan Kreatif NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melakukan pendampingan terhadap pelaku Usaha…

Kemenkop Diharapkan Fokus Upaya Reformasi Total

Kemenkop Diharapkan Fokus Upaya Reformasi Total NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM diharapkan fokus pada upaya reformasi total koperasi…

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat - Wakil Ketua MPR

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Wakil Ketua MPR NERACA Sukabumi - Pembangunan desa melalui penggelontoran Dana Desa…