Sentimen Moody’s Kerek Pertumbuhan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin, (16/4) awal pekan, indeks harga saham gabungan ditutup menguat sebesar 16,42 poin seiring respons positif investor terhadap Moody's yang menaikkan peringkat utang Indonesia. IHSG BEI ditutup menguat 16,42 poin atau 0,26% menjadi 6.286,74, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,19 poin (0,50%) menjadi 1.027,83.

Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan bahwa sentimen mengenai kenaikan peringkat utang oleh lembaga pemeringkat Moody's Investor Service (Moody's) menjadi salah satu faktor positif bagi pergerakan IHSG.”Investor merespons positif sentimen dari Moody's itu dengan mengakumulasi saham," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pada 13 April 2018, Moody's meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil. Menurut dia, peringkat utang Indonesia yang naik itu menunjukan kuatnya upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kendati demikian, lanjut dia, sentimen geopolitik di Suriah menjadi salah satu faktor yang menghambat laju IHSG lebih tinggi. Situasi itu membuat sebagian investor khawatir dapat berdampak negatif bagi Indonesia.”Konflik di Suriah itu dapat mendorong harga minyak mentah dunia meningkat, dikhawatirkan kenaikannya melebihi asumsi dalam APBN kita," katanya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 336.242 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,711 miliar lembar saham senilai Rp4,987 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 183 saham menurun, dan 122 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei ditutup naik 56,78 poin (0,26%) ke 21.835,52, indeks Hang Seng melemah 492,79 poin (1,60%) ke 30.315,59 dan Straits Times melemah 4,11 poin (0,12%) ke posisi 3.497,19.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 9,30 poin atau 0,14% ke posisi 6.279,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,33 poin (0,22%) menjadi 1.024,97.”Keputusan Moody's menaikkan peringkat Indonesia membawa sentimen positif terhadap IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Dia mengemukakan Moody's menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan outlook stabil yang didasari oleh kebijakan pemerintah yang kredibel dan efektif untuk menjaga stabilitas makroekonomi.”Moody's juga memuji makroekonomi Indonesia yang cukup tahan terhadap guncangan eksternal, yang ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter yang konservatif, termasuk menjaga defisit fiskal di bawah 3%," paparnya.

BERITA TERKAIT

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

Sentimen Negatif Eksternal Hambat laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (15/10) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

Ramayana Menaruh Asa Peluang di Natal - Kejar Pertumbuhan Penjualan

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2018, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…