Brand Terpopuler Di Dunia Digital Versi Tras n Co

NERACA

Jakarta – Tras N Co Indonesia menggelar untu kedelapan kalinya penghargaan yaitu Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018. Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan sebuah penghargaan bergengsi bagi brand-brand di Indonesia yang telah sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktifitas brand-nya melalui media digital atau internet sehingga unggul dan popular dibandingkan brand lainnya.

Founder & Chairman Tras N Co, Tri Raharjo menjelaskan bahwa dinamisnya dunia digital saat ini menuntut para pemasar digital untuk cepat beradaptasi, berbenah diri, kreatif mengolah konten dan konsisten berkomunikasi melalui sarana digital. Menurutnya, hal ini seiring dengan data yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan pengguna internet sebesar 54,68% dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang atau 143,26 juta di tahun 2017.

“Dengan data itu, merek-merek yang tidak mampu melakukan hal tersebut, menurut hasil riset yang kami lakukan, popularitas mereka akan tergusur oleh merek lain. Bahkan brand multinasional sekalipun. Namun kami optimis, mayoritas merek telah berbenah diri dan beradptasi dengan dunia digital. Artinya, digitalisasi saat ini mau tidak mau akan menjadi fokus bagi brand-brand untuk berlomba-lomba meraih kepercayaan netizen,” kata Tri, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

IDPBA 2018 diberikan kepada merek-merek di Indonesia dengan terlebih dahulu dilakukan riset oleh Tras N CO Indonesia dan IMFocus dengan melakukan Survey Digital Popular Brand Index 2018 yang dilakukan sejak Desember 2017 – Februari 2018 kepada 150 kategori produk dan lebih dari 1000 brand tersurvey di Indonesia. Survey yang dilakukan oleh TRAS N CO Indonesia ini murni melalui data engine pihak ketiga yang bersifat independent, credible dan accountable dengan menggunakan tiga parameter penilaian yakni Social Media Based, Website Based dan Search Engine Based. “Yang menarik dari survey ini kami menambahkan dua penilaian baru yaitu Youtube pada sosial media menggantikan penilaian Twitter pada tahun lalu. Dan Traffic pada penilaian website based, dimana pada tahun lalu tidak ada penilaian traffic pada website,” kata Tri Raharjo.

Bank BCA (Kategori Produk Deposito, Kartu Kredit, Kartu Repaid, Call Center Bank, Internet Banking, Mobile Banking), SHARP (Kategori TV LED, AC, Mesin Cuci, Vacuum Cleaner, Mesin Fax), Tata Motors (Kategori Truck & Bus), Marcks (Kategori Bedak Muka Tabur), Salicyl (Kategori Bedak Kesehatan), NusaBoard (Kategori Atap Fiber Cement, Calcium Cilicate Board), Citicon (Kategori Bata/Beton Ringan).

LGS (Kategori Celana Dalam Pria), KalsiBoard (Kategori Calcium Cilicate Board), Emco (Kategori Cat Kayu Dan Besi), Grand Elephant (Kategori Bata/Beton Ringan), IDEALIFE (Kategori Obat Nyamuk Elektrik), Relaxa (Kategori Permen Mint), Fastron (Kategori Oli Mobil), NIS (Kategori Regulator Tabung Gas), Carvil (Kategori Sandal), OBH Combi (Kategori Obat Batuk), Onda ( Kategori Kran Air), Campina (Kategori Es Krim).

Rucika (Kategori Pipa Air PVC), BNI Taplus (Kategori Produk Tabungan), Fiesta (Kategori Stik Kentang Siap Goreng, Bakso Kemasan Siap Masak), BNI Syariah (Kategori Tabungan Syariah), Prudential (Kategori Perusahaan Asuransi, Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan), Good Day (Kategori Kopi Instan), Kapal Api (Kategori Kopi Bubuk), Citilink (Kategori Low Cost Carrier), Bank BTN (Kategori KPR), Terminix (Kategori Pembasmi Hama), Bodrex (Kategori Obat Sakit Kepala), Bodrex Flu Dan Batuk (Kategori Obat Flu), Hemaviton (Kategori Multivitamin), Revlon (Kategori Maskara, Foundation, Eyeliner).

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital…

Mata Uang Digital Di Indonesia Mulai Tumbuh

  NERACA   Jakarta - Pakar keuangan dari Skipjack Corporation Profesor Dr Mike Irvan melihat mata uang digital mulai tumbuh…

Kontribusi Ekonomi Digital Bisa Mencapai 8,5% PDB

NERACA Jakarta-Presiden Jokowi optimistis kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini bisa mencapai 8,5%, lebih tinggi dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Devisa Sektor Pariwisata Selalu Meningkat

    NERACA   Jakarta - Devisa dari sektor pariwisata selama empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat 202 miliar…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…