Menkumham - Lapas Sudah Terlalu Sesak

Yasonna Laoly

Menkumham

Lapas Sudah Terlalu Sesak

Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan sebanyak 522 lembaga Pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia telah dihuni 240 ribu narapidana atau sudah terlalu sesak karena melebihi kapasitas sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang ada.

"240 ribu napi saat ini adalah persolan besar buat kita karena kecepatan pertumbuhan kenaikan orang yang berada di pemasyarakatan tidak sebanding dengan kemampuan kita membangun fasilitas untuk pemasyarakatan sehingga timbulah berbagai persoalan-persolan yang harus kita hadapi," kata saat konferensi pers di Kantor Ditjen Pemasyarakatan Jakarta, Jumat (13/4).

Untuk itu, Yasoona berharap revisi Undang-undang KUHP baru segera disahkan karena ada konsep penghukuman konsep "Restorative Justice" sehingga untuk pidana ringan (tipiring) tidak lagi dikirim ke lapas.

Menkumham berharap untuk pidana ringan yang hukumannya satu-empat bulan tidak lagi dikirim ke penjara tetapi diberi hukuman percobaan, misalnya satu tahun sehingga beban lapas tidak bertambah sesak lagi.

Dia mengungkapkan, selain semakin berdesakan para penhuni di lapas, biaya makan untuk narapidana juga semakin membengkak, karena saat ini telah mencapai . Rp1,3 triliun/ tahun."Untuk biaya makannya saja Rp1,3 triliun dan ini masih utang Rp200 miliar. Rp1, triliun itu bisa buat jembatan berapa," ujar dia.

Menkumham juga mengajak para penegak hukum melakukan sinergitas antara penyidik, penuntut dan hakim memiliki satu filosofi bahwa penghukuman orang ke penjara itu jalan terakhir. Yasonna juga menyatakan syukur karena pada tahun ini telah mendapat tambahan sipir penjara sebanayak 14 ribu sehingga bisa lebih meningkatkan pengawasan dan mencegah berbagai konflik yang ada di Lapas, walaupun secara rasio dengan jumlah narapidana masih kurang.

"Melalui sipir-sipir yang baru ini, yang masih bersih dan energik, kita harapkan menjadi darah segar baru dan mampu mendorong sistem baru, semangat baru dalam pengawasan lapas kita," harap Yasonna. Ant

BERITA TERKAIT

Generasi Jaringan 5G Sudah di Depan Mata

Meski kehadirannya telah terdengar sejak beberapa tahun terakhir, teknologi jaringan 5G nyatanya belum benar-benar digunakan. Penerus teknologi jaringan 4G ini,…

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Terlalu Fokus di Hilir, Lupa Berbenah di Hulu

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Dua tulisan sebelum ini, penulis meluncurkan dua tema yaitu tentang Reformasi Ekonomi…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ajang Mitsubishi Tunjukan Keunggulan Xpander - Tons of Real Happiness ke 8

Ajang Mitsubishi Tunjukan Keunggulan Xpander Tons of Real Happiness ke 8 NERACA Bandung - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales…

Menteri LHK: Dialog Tingkat Menteri Tangani Kerusakan Laut Global Membuahkan Hasil - Konferensi Perubahan Iklim di Polandia

Menteri LHK: Dialog Tingkat Menteri Tangani Kerusakan Laut Global Membuahkan Hasil Konferensi Perubahan Iklim di Polandia NERACA Katowice, Polandia -…

Masyarakat Perlu Menyadari Dampak Langsung Korupsi

Masyarakat Perlu Menyadari Dampak Langsung Korupsi NERACA Jakarta - Masyarakat luas perlu menyadari dampak langsung yang dialami dari adanya tindak…