Gubernur: Investasi di Sumsel Meningkat Pesat

Gubernur: Investasi di Sumsel Meningkat Pesat

NERACA

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menyatakan perkembangan investasi di provinsi itu sejak empat tahun terakhir jumlah proyek investasi baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing meningkat cukup pesat.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan hal itu pada rapat paripurna DPRD Sumatera Selatan mengenai laporan keterangan pertanggungjawaban tahun anggaran 2017 dan akhir masa jabatan di Palembang, Jumat (13/4).

Menurut dia, pada tahun 2017 realisasi penanaman modal asing (PMA) sudah mencapai Rp16,03 triliun, meningkat Rp6,98 triliun dari capaian tahun 2013 yang sebesar Rp9,05 triliun dan sudah melampaui target RPJMD tahun 2018 sebesar Rp14,58 triliun.”Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) pencapaiannya tahun 2017 adalah Rp9,76 triliun meningkat dari tahun 2013 yaitu Rp6,90 triliun atau terjadi peningkatan Rp2,86 triliun,” kata dia.

Ia menyatakan, investasi yang capaiannya melebihi target tersebut juga berdampak positif terhadap pengurangan pengangguran.”Pada tahun 2013 tingkat pengangguran terbuka adalah lima persen dan pada tahun 2017 menurun menjadi 4,39 persen,” ujar dia.

Selain perluasan usaha berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah terutama menggeliatnya pembangunan infrastruktur serta berjalannya program-program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat juga turut andil dalam pengurangan pengangguran.

Ia menuturkan, berkurangnya tingkat pengangguran terbuka juga disertai dengan menurunnya persentase penduduk miskin di Sumsel. Pada tahun 2013 persentase penduduk miskin adalah 14,24 persen dan tahun 2017 persentase penduduk miskin adalah 13,19 persen. Upaya pengentasan kemiskinan memang menghadapi kendala yang tidak ringan antara lain merosotnya harga komoditi-komoditi unggulan Sumsel antara lain karet dan sawit, dimana sebagian besar masyarakat menggantungkan pendapatannya pada komoditas tersebut.

Untuk mengatasi kendala tersebut Pemprov Sumsel pada tahun 2016 sudah menggulirkan program gertak sejuta mandiri untuk mengoptimalkan program-program pengentasan kemiskinan bersama seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, swasta dan BUMN (CSR), perguruan tinggi dan lainnya.”Selain itu, program-program penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan selama empat tahun terakhir seperti program sekolah gratis, kuliah gratis, berobat gratis telah berhasil membantu mengurangi beban masyarakat miskin di Sumsel,” kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Nilai Impor Sumsel Turun 85 Persen

Nilai Impor Sumsel Turun 85 Persen NERACA Palembang - Nilai impor Sumatera Selatan (sumsel) pada Juni 2018 sebesar 32,55 juta…

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Terdongkrak

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Terdongkrak NERACA Palembang - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal terdongkrak…

Gubernur BI Jadi Ketum ISEI

  NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

18 Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Pemkab Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat

18 Kecamatan Kesulitan Air Bersih, Pemkab Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat NERACA  Sukabumi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tetapkan siaga darurat…

Menutup GIIAS 2018, Mitsubishi Fuso Berhasil Menjual 775 Unit

Menutup GIIAS 2018, Mitsubishi Fuso Berhasil Menjual 775 Unit NERACA Tangerang - Sudaryanto, Head of Promotion Department PT KTB mengatakan…

KOTA SUKABUMI - Musim Kemarau Mulai Melanda Bacile

KOTA SUKABUMI Musim Kemarau Mulai Melanda Bacile NERACA Sukabumi - Dua bulan lebih musim kemarau melanda, tiga wilayah di Kota…