Indeks Baru Pacu Minat Investor di Pasar

NERACA

Jakarta - Rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham baru direspon positif pelaku pasar dan bahkan hal tersebut dinilai dapat mendorong minat investor berinvestasi meningkat,”Rencana itu positif karena dapat dijadikan acuan bagi manajer investasi dalam mengelola dana dan juga investor sehingga minat investasi dapat meningkat," ujar Chief Investment Officer PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul Wawointana di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan bahwa indeks saham baru itu juga dapat memudahkan investor dalam memilih saham-saham yang sesuai dengan profil risikonya serta juga dapat dijadikan produk reksa dana oleh manajer investasi. Dalam waktu dekat, sedianya BEI akan meluncurkan indeks saham BUMN, indeks dividen dan indeks syariah. Indeks saham BUMN nantinya terdiri dari saham-saham BUMN beserta anak usaha BUMN.

Sementara indeks dividen, nantinya akan diisi oleh saham emiten yang aktif membagikan dividen dan indeks syariah merupakan perluasan dari indeks syariah yang telah ada,”Kami membuka peluang untuk meluncurkan reksa dana berbasis indeks itu," kata Jemmy Paul Wawointana.

Dirinya optimistis, indeks harga saham gabugan (IHSG) BEI pada 2018 ini akan mencapai ke kisaran level 6.700-6.800 poin. Dengan pertumbuhan itu maka minat investor untuk berinvestasi di pasar modal, salah satunya melalui reksa dana akan tinggi. Analis Kresna Sekuritas, Etta Rusdiana Putra menambahkan, indeks saham juga dapat dijadikan alat seleksi bagi investor untuk menempatkan dananya dalam suatu saham sehingga tercapai tujuan investasinya.”Bisa memudahkan investor dalam melakukan seleksi saham," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengharapkan bahwa adanya indeks baru dapat menambah acuan bagi investor dan manajer investasi dalam menerbitkan produk reksa dana serta produk exchange traded fund (ETF).”Indeks bisa menjadi salah satu gambaran bagi saham-saham di dalamnya memiliki fundamental bagus," katanya.

Tito lebih jauh menuturkan, penerbitan indeks saham ini akan membantu pelaku pasar modal (investor), khususnya pemula dalam berinvestasi di bursa saham."Di dunia, indeks itu didagangin. Kalau tidak paham, tanya broker. Kalau enggak mau pusing, you just buy the market. Misal, tertarik dengan indeks BUMN, ya beli saja. Jadi orang keluarin produk berdasarkan indeks tersebut. Ini memudahkan orang untuk berinvestasi," jelasnya.

Saat ini, BEI memiliki beberapa indeks yang dapat dijadikan acuan investor berinvestasi, diantaranya indeks papan utama, indeks papan pengembangan, indeks LQ45, Jakarta Islmic Index (JII), indeks Pefindo 25, dan indeks Sri-Kehati.

BERITA TERKAIT

Real Time Futures Bidik Investor Kalangan Milenial - Penetrasi Pasar Bursa Berjangka

NERACA Jakarta -Tingkat pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka (futures trading) di Bursa Berjangka tergolong masih lambat jika dibandingkan dengan perdagangan saham…

Investor Jepang Diminta Beri Pelatihan Vokasi

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mendorong perusahaan Jepang yang telah menanamkan…

CIMB Niaga Syariah Perluas Pasar KPR Syariah

    NERACA   Yogyakarta - Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) terus memperluas penetrasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Taspen Tingkatkan Porsi RDPT Jadi 20%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Taspen (Persero) mulai meningkatkan porsi investasi di sektor pasar modal melalui reksa dana penyertaan…

Laba Lippo Karawaci Terkoreksi 30,39%

NERACA Jakarta - Lesunya bisnis properti di 2017, memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Dimana emiten…