Astra Otopart Bagi Dividen Rp 46 Persaham

NERACA

Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Astra Otoparts (AUTO) membagikan dividen untuk para pemegang saham sebesar Rp 221,70 miliar atau setara 40% laba bersih AUTO pada 2017. Dividen yang diberikan investor setara dengan Rp 46/saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 800 miliar. Capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk baru perusahaan serta efisiensi dalam manufacturing perusahaan. Sedangkan seluruh belanja modal akan berasal dari kas internal perusahaan.

Kata Baskoro Santoso, Head of Treasury dan Investor Relationship Department AUTO, capex nantinya digunakan pengembangan produk-produk baru, jadi perseroan menanggapi market dengan meningkatkan produk baru serta efisiensi di lini manufacturing. “Jadi bagaimana kami tahun ini menghasilkan produk yang efisien dan terbaru dan bukan mengembangkan kapasitas,”paparnya.

Sementara itu, dalam hasil RUPST tersebut juga menyetujui pengunduran diri Djangkep Budhi Santoso selaku direktur independen perseroan dan digantikan dengan Yusak Wijaya. Selain itu, AUTO juga mengangkat Wanny Wijaya sebagai direktur perseroan yang baru menggantikan Hugeng Gozali.

Sebagai informasi, AUTO mencatatkan pertumbuhan laba bersih 31,85% year on year (yoy) sepanjang tahun 2017. Pada tahun lalu, AUTO membukukan laba bersih Rp 551,41 miliar, meningkat ketimbang periode tahunan 2016sebesar Rp 418,20 miliar. Penjualan perusahaan komponen ini mencapai Rp 13,55 triliun pada tahun lalu. Capaian itu, naik tipis 5,80% daripada tahun 2016 sebesar Rp 12,81 triliun.

Beban pokok AUTO pada 2017 tercatat sebesar Rp 11,79 triliun. Angka ini juga naik seiring dengan naiknya pendapatan pada tahun 2017. Pada 2016, AUTO memiliki beban pokok pendapatan sebesar Rp 10,95 triliun. Sehingga laba bruto AUTO pada tahun 2017 sebesar Rp 1,76 triliun. Pada akhir 2017, AUTO membukukan aset Rp 14,76 triliun. Aset ini mengembang 1,03% dari tahun 2016 sebesar Rp 14,61 triliun. Sedangkan total ekuitas tahun 2017 sebesar Rp 10,76 triliun dan liabilitas sebesar Rp 4triliun.

BERITA TERKAIT

MERK Bagi Dividen Interim Rp 3.260 Persaham

Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) akan membagi dividen interim tahun buku 2018 sebesar Rp 3.260 per saham. Total keseluruhan…

BRPT Bagikan Dividen Interim Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2018. Besaran dividen interim BRPT…

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…