Pefindo Pangkas Rating Intiland Jadi BBB+

NERACA

Jakarta - Dibalik agresifnya pengembangan bisnis properti milik PT Intiland Development Tbk (DILD), rupanya PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat (rating) DILD dan obligasi I 2013 seri B DILD senilai Rp 154 miliar menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA- dengan prospek stabil.

Kata Yogie Perdana, analis Pefindo, penurunan peringkat tersebut karena perseroan belum menarik cadangan dana kas dan fasilitas pinjaman bank untuk melunasi pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo. Selain itu, penurunan peringkat tersebut disebabkan tingkat leverage keuangan DILD yang agresif, yang ditunjukkan rasio utang terhadap EBITDA sebesar 8,4 kali pada tahun 2017.

Sementara itu, proteksi arus kas yang diukur dari rasio dana operasi (FFO) terus berada dibawah 1,0 kali dan 2,0 kali sepanjang 2016-2017.”Pada 31 Desember 2017, DILD memiliki saldo kas sebesar Rp 749,5 miliar tetapi perusahaan belum menarik saldo kas tersebut untuk pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Penurunan rating tersebut juga ditunjukkan dengan ekspektasi Pefindo terhadap profil kredit perusahaan yang terus melemah sebagai akibat dari tingginya utilisasi utang atas proyek-proyek high rise (harga jual tinggi) DILD tidak sejalan dengan penjualan yang masih sangat rendah.”Intiland itu kan proyek-proyek propertinya itu yang high rise ya, namun penjualan properti tersebut lesu. Penurunan penjualan tersebut dikarenakan oleh tren konsumen saat ini merupakan end user bukan investor sehingga mengakibatkan rendahnya penjualan proyek high rise tersebut", tambah Yogie.

Peringkat tersebut, DILD memiliki posisi pasar yang kuat di industri properti, kualitas aset yang baik dan cadangan lahan yang cukup besar. Namun, peringkat tersebut dibatasi struktur permodalan yang agresif dan proteksi arus kas yang lemah, marjin yang lebih rendah dari perusahaan serupa dan karakteristik industri properti yang sensitif terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

Pefindo dapat menaikkan kembali peringkat DILD jika perusahaan trsebut dapat menurunkan tingkat financial leveragenya serta meningkatkan rasio proteksi arus kas secara konsisten. Kenaikan peringkat tersebut juga harus didukung dengan kinerja pra-penjualan DILD yang meningkat disertai dengan persediaan yang rendah.

BERITA TERKAIT

Intiland Beli Tanah Senilai Rp 1,27 Triliun - Kembangkan Pertumbuhan Aset

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk  (DILD) melaporkan melakukan transaksi afiliasi oleh entitas anak PT Perkasalestari Utama…

Pefindo Sematkan Peringkat A+ PT Timah

NERACA Jakarta – Meskipun pendapatan PT Timah Tbk (TINS) turun 0,6% di kuartal satu 2018 menjadi Rp 2,03 triliun, dibandingkan…

Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Inginkan UMKM Tumbuh

    NERACA   Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap dengan penurunan pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…