CIRI Dorong Perempuan Indonesia Maju Berkarya

NERACA

Jakarta - Perempuan Indonesia saat ini bisa semakin cerdas, berwawasan terbuka dan bebas berkarya. Ini merupakan hasil perjuangan RA Kartini, sosok pahlawan Indonesia yang menjunjung tinggi kesamaan hak antara kaum pria dan perempuan. Untuk itu, CIRI (Citra Kartini Indonesia) ingin mempertahankan semangat RA Kartini untuk terus menginspirasi perempuan Indonesia di era milenial atau Zaman Now, dan berkarya untuk negeri ini tercinta.

CIRI yang dipimpin Ayu Rosan ini sudah berkiprah 1,5 tahun dan berbadan hukum Yayasan sejak 21 April 2017, diharapkan mampu menghasilkan karya-karya orisinal perempuan Indonesia. Berbekal pada visi yang mengacu “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” (Sustainaible Development Goals-SGD) as defined in Transforming Our World to 2030 yang dikeluarkan oleg PBB, paling tidak berkontribusi di pemberdayaan perempuan (women empowerment) dan aksi perubahan iklim (climate action).

Acara kegiatan Yayasan CIRI ini berkaitan dengan 50 tahun Kadin Indonesia, pekan lalu (12/4) dibuka resmi oleh Ketua Bekraf Triawan Munaf Bekraf, dengan dihadiri Putri Kuswisnu Wardani, Rita Pusponegoro, Meme Hartoto, Nita Yudi (Ketua Iwapi), Yani Motik dan Shinta Kamdani (Wakil Ketua Kadin).

CIRI adalah perkumpulan nirlaba pemberdayaan perempuan yang didirikan oleh Ayu Rosan, Miranti Sierad, Dara Wahid, Santi Sierad, Diah Permatasari, Fetty Azizah dan Sheilla Erlangga. Adapun kegiatan CIRI mencakup kuliner, art & fashion.

Dengan mengusung tema “Women harmony in diversity”, CIRI akan memperluas gerakan kolaborasi karya perempuan di seluruh Indonesia dam bermitra dengan negara-negara tetangga. Diawali dengan promosi kopi robusta Aceh ke Eropa Timur, demo oleh Chef Santhi Sierad “Urap pegagan” dan Chef Mika Hadi “ Kue Lumpur”, serta mempromosikan binaan UMKM para pembatik di pesisir Jawa dan tenun Baduy.

Di bidang women empowerment akan ditangani Ketua Bekraf Triawan Munaf, sedangkan untuk produk kearifan lokal dipimpin langsung Putri Kuswisnu Wardhani, untuk peduli climate change akan dipimpin oleh Kartini Syahrir, serta listrik desa akan dimentori oleh Srikandi Tri Mumpuni.

Semua ini diawali dengan pentingnya komunikasi seperti yang pernah dilakukan RA Kartini di waktu lalu yang mampu menjalin korespondensi dengan teman-teman perempuannya dari manca negara. Dengan menyimak konsep RA Kartini tersebut, CiRI berharap dapat melaksanakan perannya di bidang seni budaya, fashion, kuliner dan pariwisata Indonesia dengan bekerja sama dengan mitra luar negeri. mohar

BERITA TERKAIT

Citrus-UGM Dorong Penerbitan Perppu Spektrum Frekuensi

Citrus-UGM Dorong Penerbitan Perppu Spektrum Frekuensi   NERACA Yogyakarta - Center for Indonesia Telecommunication Regulation Studi (Citrus) bersama Fakultas Hukum Universitas…

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

“Make Indonesia Great Again”, Mirip Trump-isme?

  Oleh: Iman Poldi, Mahasiswa Fikom Univ. Gunadarma   Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto baru-baru ini  menggunakan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kota Denpasar Pelopori Duta Endek Sejak 2012 - Ajang Pelestarian Dukung Pengrajin Lokal

Kota Denpasar Pelopori Duta Endek Sejak 2012 Ajang Pelestarian Dukung Pengrajin Lokal NERACA Denpasar - Kain Endek sebagai salah satu…

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan NERACA Jakarta – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan,…

Sampoerna Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

Sampoerna Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia NERACA Jakarta – Pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di terus dilakukan di…