Garuda Metalindo Siapkan Capex Rp 75 Miliar - Genjot Ekspansi Produksi

NERACA

Jakarta – Meskipun menargetkan pertumbuhan bisnis cukup konservatif karena mempertimbangkan melorotnya kinerja keuangan di 2017, namun PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) masih optimis pencapaian tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Maka guna memenuhi target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini untuk ekspansi produksi sekitar Rp 70 miliar sampai Rp 75 miliar. Nantinya capex tersebuy juga untuk mendanai logistic center baru di kawasan MM2100.

Presiden Direktur PT Garuda Metalindo Tbk, Ervin Wijaya menjelaskan, dana capex berasal dari internal dan bantuan financing dari perusahaan mesin yang produknya akan dibeli.”Kami akan beli mesin-mesin baru yang akan datang pada pertengahan tahun ini untuk antisipasi peningkatan ekspor," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/4).

Dengan mesin tersebut diharapkan kapasitas produksi bisa meningkat 5% sampai 10%. Kemudian untuk pembangunan logistic center membutuhkan dana sebesar Rp 20 miliar. Sumber dana akan diambil dari capex. "Seperti diketahui pangsa pasar kami ada di industri otomotif. Saat ini kami dekatkan diri ke konsumen yang berada di area Karawang, Bekasi dan Jakarta Timur,"kata Ervin.

Dia menambahkan, perusahaan juga terus ingin ekspansi ke pasar global pada tahun ini. Caranya melalui pameran, kunjungan, menggandeng partnership melalui trading partners di berbagai negara, serta menumbuhkan kepercayaan potential partners di global market.

Tahun ini, emiten komponen otomotif ini menargetkan pendapatan dan laba bersihnya naik sebesar 5%-10%. Target ini sama seperti target yang dipatok tahun lalu. Untuk pasar dalam negeri, produsen berbagai jenis fasteners (mur dan baut) ini berharap ada peningkatan permintaan di sektor otomotif. Baik dari roda dua maupun di roda empat.

Apalagi di lini bisnis steel wire and bar di 2018 diproyeksikan meningkat 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan banyaknya manufaktur suku cadang otomotif dari negara asing membangun basis produksi di Indonesia memungkinkan permintaan cold drawn wire akan meningkat di masa depan. Demikian juga ekspor saat ini, BOLT mendapatkan klien negara baru yakni di India. "Kemudian kita akan coba terus masuk ke pasar Amerika Serikat," tambah Ervin.

Tahun lalu BOLT lebih banyak menjual produk di dalam negeri sebanyak 96,5% atau setara Rp 1,01 triliun dan ekspor setara 3,5% dari total penjualan atau setara Rp 36,01 miliar. "Tahun ini kami bidik ekspor bisa capai 5% dari total penjualan," jelas Ervin.

Dalam laporan keuangan tahun 2017, total penjualan yang dibukukan Garuda Metalindo Rp 1,04 triliun, turun tipis 0,95% dari posisi Rp 1,05 triliun pada periode yang sama tahun 2016. Sedangkan laba bersih pada 2017 Rp 92,81 miliar, turun 14,44% dari tahun 2016. Ervin menjelaskan penurunan kinerja tahun lalu disebabkan karena harga bahan baku besi dan baja yang meningkat. Tahun ini BOLT akan mencoba menyesuaikan harga jual dengan harga baku yang masih terus naik.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar 80,81% dari laba bersih perseroan di 2017 yang mencapai Rp 92,81 miliar.”Total dividen sebesar Rp 75 juta atau Rp 32 per saham," kata Ervin Wijaya.

Tanggal pembayaran dividen akan dilaksanakan dalam waktu sebulan usai RUPST. Selain untuk dividen, RUPST juga memutuskan sisa laba bersih sebesar Rp 13,1 juta akan dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat permodalan perseroan. Adapun sekitar 5% dari laba bersih atau sebesar Rp 4,6 juta akan ditempatkan sebagai dana cadangan perseroan. Di sisi lain, sampai akhir 2017, dana hasil IPO perseroan telah digunakan semuanya sebesar Rp 252,3 miliar.

BERITA TERKAIT

Wagub Jabar Siapkan Penyehatan BUMD

Wagub Jabar Siapkan Penyehatan BUMD NERACA Bandung - Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul menyiapkan sejumlah langkah untuk menyehatkan badan…

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…