Kemendag Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadhan

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan memastikan harga komoditas bahan pokok di sejumlah daerah di Tanah Air stabil dan ketersediaan stok mencukupi menyambut Ramadhan dan Lebaran. "Kalau ada pihak yang menimbun bahan pangan dipastikan akan ditindak, pemerintah memastikan saat puasa dan Lebaran harga kebutuhan pokok stabil dan stok cukup," kata Staf Ahli Hubungan Internasional Menteri Perdagangan Dody Edward di Padang, disalin dari Antara.

Ia menyampaikan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Raya Padang bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk meninjau harga kebutuhan pokok. Menurut dia tahun kemarin saat Puasa dan Lebaran harga pangan stabil dan terkendali dan pemerintah akan berupaya mempertahankannya agar para ibu-ibu bisa tersenyum menyambut Ramadhan. "Kami akan bersinergi dengan pemangku kepentingan terkait seperti Bulog untuk menjaga agar harga tetap terkendali," ujarnya.

Bila ada kekurangan stok beras Bulog akan menggelar operasi pasar dan untuk stok daging kami akan mengandeng asosiasi terkait, lanjutnya. Dody menyampaikan berdasarkan hasil inspeksi ke beberapa tempat harga kebutuhan pokok stabil dan stok mencukupi.

Kepada pedagang ia mengimbau untuk menjual harga bahan pokok sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu ia mengingatkan masyarakat tidak perlu panik sehingga membeli barang dalam jumlah banyak menjelang Ramadhan.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan telah membuat tim khusus menyambut Ramadhan dan Lebaran agar harga komoditas bisa terkendali. Tim tersebut akan menyiapkan sejumlah upaya termasuk menggelar operasi pasar jika stok langka, katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok ke pasar tradisional dan swalayan. Kemendag menilai jelang Ramadhan dan Idul Fitri biasanya ada kecenderungan peningkatan konsumsi dan sudah menjadi tugas pemerintah untuk memantau dan menyosialisasikan bahwa pasokan aman.

"Jelang Ramadhan, kami ingin memastikan ke daerah-daerah bagaimana ketersediaan bahan pokok dan kondisi harganya mesti stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET)," kata Staf Ahli Bidang Perdagangan Internasioanl Kemendag setempat Dody Edward di Bukittinggi, disalin dari Antara.

"Kami tidak ingin nanti ada 'panic buying' karena sebenarnya barang itu ada, makanya kami pastikan dengan pantauan langsung ke lapangan. Bila nanti memang ada gejolak harga akan ada upaya khusus mencegahnya, misalnya melalui Bulog yang menyalurkan beras ketika ada kenaikan harga," jelasnya.

Usai pantauan ke pasar modern dan tradisional, pihaknya selanjutnya akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait se-Sumbar untuk informasi kebutuhan dan ketersediaan pasokan bahan pokok serta harganya.

Dari pantauan yang dilakukan di Bukittinggi, menurutnya secara keseluruhan harga masih dalam kondisi stabil meski beberapa komoditas menunjukkan kenaikan. Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Bawah pada Senin pukul 15.00 WIB yaitu bawang merah seharga Rp33.000 sampai Rp36.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 sampai Rp35.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilogram.

Beras Rp9.850 sampai Rp11.500 per kilogram, daging Rp130.000 per kilogram, ayam Rp30.000 sampai Rp45.000 per ekor, minyak goreng Rp10.000 sampai Rp11.500 per kilogram dan tepung terigu Rp7.500 per kilogram.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin stok kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2018 aman sehingga tidak terjadi kelangkaan. "Stok utama seperti beras, daging, telur ayam, daging ayam, gula, dan minyak goreng kita kontrol betul agar selalu ada," kata Menteri Enggartiasto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stabilisasi Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018 di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Yogyakarta, sebagaimana disalin dari Antara.

Untuk menjamin ketersediaan, menurut dia, pendistribusian kebutuhan pokok telah ditetapkan agar saat puasa dan Lebaran seluruh daerah di Indonesia tidak mengalami kelangkaan kebutuhan pokok. "Sudah kami bicarakan secara internal, distribusi kebutuhan pokok kalau bisa dilakukan mulai satu bulan sebelum awal puasa," kata dia.

BERITA TERKAIT

Menyatukan Asa untuk Mewujudkan Swasembada Pangan

Oleh: Sumarwoto Indonesia pada tahun 1984 pernah menorehkan sejarah dengan terwujudnya swasembada pangan karena produksi beras kala itu mencapai kisaran…

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Jelang Evaluasi, Keberhasilan Kinerja Jokowi Patut Diapresiasi

  Oleh:  Aldo Indrawan, Pemerhati Ekonomi Politik   Sudah 4 tahun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…