LPS rate Akhirnya Turun ke 6%

NERACA

Jakarta—Keputusan rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyetujui penurunan suku bunga penjaminan simpanan nasabah dalam bentuk rupiah di bank umum turun 50 bps ke level 6% untuk periode 15 Februari-14 Mei 2012, mengikuti BI Rate yang turun ke 5,75%. "Sejalan dengan semakin menurunnya tingkat bunga di pasar, LPS menurunkan bunga penjaminan sebesar 50 bps untuk rupiah dan 25 bps untuk valuta asing di bank umum," kata Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani di Jakarta,13/2

Dengan keputusan tersebut, kata Firdaus, maka suku bunga penjaminan simpanan valas di bank umum turun menjadi 1,25%, dan suku bunga penjaminan simpanan di BPR juga turun menjadi di 8,5%.”Artinya dengan penurunan ini, suku bunga penjaminan simpanan valas pada bank umum jadi 1,25%,”terangnya lagi.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mendesak agar LPS agar tak menggunakan BI rate sebagai acuan penentuan bunga penjaminan LPS rate. Bahkan BI menyarankan LPS menggunakan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia alias FasBI sebagai acuan. BI rate kini nongkrong di level 5,75%, sedangkan bunga FasBI sebesar 3,75%. Dengan menjadikan FasBI sebagai acuan bunga penjaminan, bunga simpanan di bank akan tergiring turun, sehingga biaya dana jadi murah. Bunga kredit pun bisa lebih rendah.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, menurut Undang Undang LPS Nomor 2 Tahun 2004, besaran bunga penjaminan harus mengacu pada bunga pasar. Tetapi, bukan berarti bunga pasar itu adalah BI rate. UU hanya menyebutkan nasabah jangan sampai mendapatkan benefit berlebihan bila diukur dengan bunga pasar."Tidak pas mengartikan bunga pasar adalah BI rate," ujarnya, Jumat (10/2).

Dalam dunia perbankan, menurut Darmin, yang dekat dengan bunga pasar adalah bunga FasBI. Sebab, ketika bank mengalami kelebihan likuiditas di pasar, bank akan menaruh dananya di FasBI. Saat BI melakukan reverse repurchase agreement (repo) dan operasi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), referensinya juga bunga FasBI.

Pada pasar modal, bunga pasar tergambar dalam yield curve surat berharga negara (SBN) 3 bulan dan 6 bulan. Sementara BI rate setara dengan yield SBN diatas 1 tahun. "Bila takut menggunakan acuan SBN, gunakan saja acuan perbankan dan BI yakni FasBI. Artinya, bunga penjaminan LPS harus 200 bps (2%) di bawah BI rate," ungkapnya. ***cahyo

BERITA TERKAIT

Produksi Nasional Disebut Tembus 60 Juta Unit - Impor Ponsel Turun Drastis

NERACA Jakarta – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun…

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen  NERACA Palembang - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari…

Ekspor Banten Desember 2017 Turun 9,34 Persen

Ekspor Banten Desember 2017 Turun 9,34 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Desember 2017 turun 9,34 persen dibandingkan bulan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…