Wakaf Uang untuk Sektor Riil

Oleh : Agus Yuliawan

Pemerhati Ekonomi Syariah

Peran dan fungsi wakaf dalam keuangan Islam sangat strategis sekali dalam pemberdayaan ekonomi umat. Apalagi dalam sejarah Islam di era baginda Rasulullah serta para sahabat-sahabatnya telah membuktikan diri bagaimana peran wakaf dalam pemanfaatannya untuk digunakan dalam kesejahteraan dan fasilitas pelayanan publik. Lantas bagaimanakah sekarang ini? Ditengah kebutuhan ekonomi umat yang sangat tinggi, saat ini diperlukan instrumen wakaf untuk bisa dijadikan solusi dalam membangun indek pembangunan manusia (IPM). Tinggal bagaimana rekayasa atau kreatifitas dari wakaf itu sendiri, karena tak semua wakaf bisa diproduktivitaskan dengan cepat itu seperti wakaf benda tak bergerak. Untuk itu nadir sebagai penerima wakaf harus smart dalam mendayagunakan wakaf tersebut.

Salah satu wakaf yang bisa cepat diberdayagunakan adalah wakaf uang dan emas, karena kedua instrumen tersebut sangat liquid sekali untuk bisa digunakan. Selain itu waqif (pemberi wakaf) akan lebih mudah dalam memberikan waqafnya kepada nadir dikarenakan sangat fleksibel sekali. Disinilah diperlukan kemampuan nadir secara kualitas pengetahuannya dalam memanfaatkan wakaf uang tersebut.

Terkadang pula hadirnya wakaf uang yang ada selama ini belum direspon positif oleh para nadir. Untuk itu perlu edukasi dan pelatihan wakaf uang kepada para nadir, rajin dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan demikian para nadir akan lebih leluasa dalam mengembangkan wakaf. Salah satu permasalahan wakaf uang sejauh ini strategi dalam memanfaatkannya.

Untuk itulah perlu sekali tentang perspektif wakaf untuk sektor riil seperti perumahan, ritel bisnis dan lain-lain. Untuk mengembangkan wakaf yang demikian perlu adanya tata kelola kelembagaan wakaf yang bagus baik dari segi manajemen organisasi, keuangan dan visibiitas program kerja. Sehingga ke depan lembaga wakaf tersebut mampu dipertanggungjawabkan dengan baik. Selain itu juga memiliki kemampuan dalam rekayasa financial engineering wakaf dengan baik tanpa meninggalkan risk management.

Animo masyarakat dalam berwakaf untuk diproduktifkan sangat besar sekali. Namun sangat disayangkan sejauh ini masih minim lembaga-lembaga wakaf yang kredibel. Bahkan banyak waqif yang kecewa ketika berwakaf karena sering lambannya pihak lembaga wakaf dalam memproduktifkan wakaf karena banyaknya kendala yang ada selama ini. Untuk itu profesionalisme lembaga wakaf harus dikedepankan selain strategi penjaminan dan crowdfunding yang harus dilakukannnya. Dengan demikian kita akan melihat karya-karya wakaf di negeri yang produktif dan sekaligus sebagai media untuk saling belajar tentang pendayagunaan wakaf.

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Kasus Beras Turun Mutu Akibat Tata Kelola Distribusi Tak Optimal

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

Sektor Pengolahan - Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Terus Meningkat

NERACA Jakarta – Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dalam negeri seiring adanya peningkatan investasi atau ekspansi. Ini menjadi salah…

Kenaikan Tarif Kargo Udara Berdampak ke Sektor Perikanan

NERACA Jakarta-Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Effendi Hardijanto, mengatakan kenaikan tarif kargo udara turut…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Sukuk Mikro di LKMS

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Penerbitan sukuk atau surat berharga syariah diyakini mampu memberikan kemudahan untuk memperoleh dana murah…

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…

Revolusi Mental Menjungkirbalikkan Akal - Oleh : EdyMulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Pekan silam atmosfir media kita, untuk kesekian kalinya, kembali disesaki isu-isu tak bermutu. Ada Walikota Semarang  Hendrar Prihadi yang bikin…