Nelayan Dapat Kucuran PNPM Mandiri Rp783 Miliar

NERACA

Jakarta---Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri untuk bidang kelautan dan perikanan pada tahun 2012 akan dialokasikan sebesar Rp783,52 miliar yang digunakan mengefektifkan masyarakat pesisir termasuk para nelayan. "Untuk tahun 2012, akan ada sebanyak 9.800 kelompok masyarakat dengan alokasi dana sebesar Rp783,5 miliar," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin.

Menurut Sharif, jumlah penerima bantuan sebanyak 9.800 kelompok masyarakat itu ditargetkan meningkat sebesar 84,49% dibandingkan dengan jumlah penerima bantuan tahun 2011 yang menyentuh 5.312 kelompok masyarakat.

Sedangkan jumlah alokasi dana sebesar Rp783,5 miliar yang telah disiapkan pada tahun 2012 itu meningkat sebanyak 91,83 persen dibandingkan dengan jumlah alokasi dana tahun 2011 sebesar Rp408,23 miliar. Jumlah sebanyak Rp408,2 miliar pada tahun 2011 itu berhasil disalurkan ke 505 kabupaten/kota serta 1.120 kecamatan dan 2.634 desa yang terdapat di seluruh Indonesia.

Lebih jauh kata Sarif, sebagai bagian dari pemberdayaan di sektor kelautan dan perikanan antara lain terdiri atas program pemberdayaan upaya mina pedesaan (PUMP) dan pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar).

Dikatakan Sharif, untuk 2012, sentra industri kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan dan menerapkan teknologi inovatif dengan kemasan serta mutu yang terjamin akan menjadi sasaran strategis KKP dalam menentukan arah kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan. "Kami akan fokus pada peningkatan daya saing sehingga meningkatkan produktivitas dan `value added` (nilai tambah)," tegasnya

Pemilik usaha Arimo Bimo ini menambahkan untuk mencapai tujuan tersebut, maka KKP telah menetapkan strategi yang akan ditemput antara lain pengembangan komoditas berorientasi pasar, sentra produksi dan pengolahan, infrastruktur, peningkatan keterampilan pelaku usaha, penataan sistem manajemen, serta pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Sementara realisasi capaian anggaran KKP tahun 2011, ujar dia, mencapai 91,69% atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 88,52%. "Selain itu, realisasi anggaran KKP tahun 2011 juga lebih tinggi dari realisasi anggaran nasional yang besarnya mencapai 87%," katanya.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan pada 2011 antara lain karena lambatnya persetujuan revisi daftar isian penggunaan anggaran (DIPA). Sedangkan penyebab lainnya adalah mekanisme dan aturan yang memerlukan waktu lama dari pihak donor terkait dengan kegiatan yang bersumber dari pemberian hibah luar negeri. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tambah 15 Cabang Baru - Sentra Mitra Investasikan Dana Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya dengan menambah  15 cabang baru, PT Sentra Mitra Informatika Tbk (LUCK) menginvestasikan dana Rp…

Investasikan Dana Rp 37,5 Miliar - Satyamitra Bangun Pabrik Baru di Jateng

NERACA Jakarta - Mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 124,5 miliar, PT Satyamitra…

Biaya Eksplorasi BSSR Capai Rp 1,06 Miliar

Emiten pertambangan, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) melalui anak perusahaannya PT Antang Gunung Meratus telah menyelesaikan aktivitas eksplorasi pada bulan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Adira Insurance Sambut Rencana Pemerintah Memberlakukan LCC

    NERACA   Jakarta – Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya murah atau Low Cos Carrier…

Tiga Besar Dompet Digital Paling Sering Digunakan

      NERACA   Jakarta - Saat ini popularitas pembayaran digital dengan uang elektronik semakin meningkat. Masyarakat pun memiliki…

Himbara Bakal Perluas Layanan Pembayaran Pajak

    NERACA   Jakarta - Bank Milik Negara (Himbara) akan memperluas kanal di masing-masing perbankan untuk digunakan masyarakat dalam…