Saham Zebra Dan Graha Lestari Kembali Disuspensi

PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI). Hal ini disampaikan Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dan Kadiv Perdagangan Saham BEI Andre P.J Toelle dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/2).

Dijelaskan, suspensi terhadap kedua saham tersebut karena telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan terhadap kedua saham. Saham ZBRA mengalami kenaikan sebesar Rp53 atau 106%, yaitu dari penutupan Rp50 pada 7 Februari 2012 menjadi Rp103 pada 10 Februari 2012.

Sementara saham PGLI naik Rp143 atau 264,81% dari harga penutupan Rp54 pada 30 Januari 2012 menjadi Rp197 pada 10 Februari 2012. Suspensi kedua saham dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I 13 Februari 2012 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT NERACA Jakarta - Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air, JT 610…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…