APP Wujudkan Kemandirian Masyarakat Desa - Lewat Program Desa Peduli Api

Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mulai membuahkan hasil. Program yang dijalankan sejak pertengahan 2017 tersebut berkontribusi menciptakan kemandirian warga desa dalam hal peningkatan kesejahteraan ekonomi maupun keahlian bercocok tanam.

Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata dalam siaran persnya di Samarinda, kemarin mengatakan, program DMPA memungkinkan APP Sinar Mas untuk membantu memberdayakan masyarakat sekitar sembari mengkombinasikannya dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen perlindungan hutan APP Sinar Mas yang tertuang dalam Forest Conservation Policy (FCP). Disebutkan, APP Sinar Mas telah menyiapkan dana bergulir hingga US$10 juta untuk membentuk 500 Desa Makmur Peduli Api hingga tahun 2020 di sekitar dan di dalam wilayah konsesi perusahaan di lima provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Nantinya, masyarakat desa yang masuk dalam program DMPA akan mendapatkan pelatihan bercocok tanam hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan olahan makanan. Hasilnya dapat digunakan oleh warga desa untuk dijual ataupun dimakan sendiri.”APP memfasilitasi dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk," kata Suhendra.

Sementara Toyo, salah satu petani di Desa Mekar Jaya menyambut baik program DMPA yang digagas APP Sinar Mas. Pasalnya, dengan adanya program ini, masyarakat tidak perlu lagi mencari pekerjaan di kota karena sudah mendapatkan penghasilan di desa.

Toyo merupakan salah satu warga yang menerima manfaat program DMPA untuk budidaya kambing. Pria kelahiran 1971 ini membentuk dan mengepalai Kelompok Tani Budi Darma yang memiliki 10 orang anggota. Kelompok tani ini telah menerima bibit awal dalam bentuk 20 ekor kambing pada Maret 2017 lalu dengan sistem bergulir.”Saat ini, 14 ekor kambing betina sedang bunting dan rencananya anakan pertama akan diserahkan ke kelompok tani. Sementara, anakan kedua akan diserahkan ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Setelah itu, indukan akan digulirkan kepada kelompok tani lain," ungkapnya.

Sutrisno (40), warga Desa Mekar Jaya lainnya, membentuk Kelompok Tani Ternak Mandiri yang memiliki anggota berjumlah 14 orang. Kelompok tani yang diketuai oleh Sutrisno ini memilih untuk membudidayakan ikan lele di kolam terpal.”Dari dulu ingin punya kolam ikan untuk usaha ternak. Kami senang APP Sinar Mas membantu warga desa dengan menyediakan kolam, bibit, dan pakan melalui program DMPA sehingga kami dapat mandiri dan sejahtera,” kata Sutrisno.

Menurutnya, ternak lele Kelompok Tani Ternak Mandiri telah melakukan panen awal dengan hasil mencapai 250 kilogram ikan lele. Hasil ternak tersebut ada yang dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram, dan ada yang dibagi kepada para anggota kelompok tani untuk dimakan sendiri.”Hasil penjualan ikan lele akan kami gunakan untuk investasi kolam lele lagi agar panen ikan dapat bertambah banyak dan anggota kelompok tani dapat lebih sejahtera,” kata Sutrisno.

Berbeda dengan warga Desa Mekar Jaya lainnya yang fokus di bidang pertanian dan peternakan, Sudiyono memilih untuk melakukan budidaya lebah madu. Yono, panggilan akrabnya, memang dikenal oleh warga desa sebagai pakar lebah dan sering diminta warga untuk memindahkan sarang lebah di rumah-rumah warga.

Program DMPA yang masuk ke Desa Mekar Jaya bagaikan gayung bersambut dengan keahlian Yono. Ia terpacu untuk membudidayakan lebah madu dengan mengikuti pelatihan yang difasilitasi program DMPA pada September 2017. Untuk menambah wawasannya tentang lebah, Yono jgua sering mencari informasi dengan berselancar di internet.”Saya biasanya googling dan menonton video di Youtube tentang bagaimana orang-orang di luar negeri melakukan budidaya lebah,”jelasnya.

Yono saat ini memiliki 14 kotak (sarang) lebah dan berambisi untuk meningkatkan jumlah sarang hingga 50 kotak. Pria kelahiran 1972 ini berharap dapat mengembangkan berbagai produk dari lebah selain madu, yaitu royal jelly dan bee pollen.

BERITA TERKAIT

MA Ajak Media Wujudkan Badan Peradilan Agung

MA Ajak Media Wujudkan Badan Peradilan Agung  NERACA Bogor - Mahkamah Agung (MA) terus berupaya mewujudkan badan peradilan Indonesia yang…

KOTA SUKABUMI - Sebanyak Dua KK Siap Berangkat ke Mamuju Ikut Program Transmigrasi

KOTA SUKABUMI Sebanyak Dua KK Siap Berangkat ke Mamuju Ikut Program Transmigrasi NERACA Sukabumi - Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot)…

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket - Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung”

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung” NERACA…

BERITA LAINNYA DI CSR

Lippo Cikarang Berikan Pengobatan Gratis Warga Desa Jayamukti

Bantu Warga Desa Jayamukti   Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Lippo Cikarang…

Dukung Penguatan Pendidikan Karakter - Trakindo Siap Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong hadirnya era baru yaitu revolusi industri 4.0. Berbagai langkah pun dihadirkan pemerintah guna menghadapi…

Bangun Kemandirian Para Mama di Pulau Solor - Samsung Bantu Kembangkan Pengrajin Anyaman Lontar

Menjaga kearifal lokal dalam pengembangan wirausaha kerajinan pohon lontar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong PT Samsung Electronics Indonesia…