Jual 2500 BTS, Indosat Diklaim Hemat Rp 115 Miliar

Neraca

Jakarta – PT Indosat Tbk (ISAT) diyakini bakal terdongkrak kinerjanya pasca penjualan 2.500 unit mennata BTS kepada PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG). Alasanya, aksi penjualan BTS tersebut dinilai akan membawa dampak positif bagi Indosat karena dapat menghemat biaya bersih berkisar Rp50 miliar-Rp115 miliar.

Analis BNP Paribas Securities Foong Choong Chen mengatakan, aksi korporasi Indosat dengan menjual BTSnya akan mengantongi dana segar, selain efisiensi, “Dengan transaksi itu laba bersih Indosat pada 2012 juga diperkirakan dapat tumbuh 5-11%," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, secara keseluruhan transaksi ini positif bagi Indosat dalam usahanya memberdayakan aset pasif dan mengurangi tingkat utang. Dirinya juga berpendapat, harga jual sebesar US$ 207.600 per menara sangat layak, karena lebih tinggi dibandingkan dengan biaya konstruksi yang mencapai 100.000 dolar AS per menara.

Sebelumnya, Indosat dan Tower Bersama telah menandatangani dokumen perjanjian penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara senilai total US$ 519 juta. TBIG akan membayar di muka sebesar 409 juta dolar AS dengan kombinasi uang tunai dan 5 persen saham baru dalam TBIG yang akan diterbitkan melalui Penawaran Umum Terbatas.

Indosat juga akan menjadi penyewa utama menara tersebut hingga 10 tahun ke depan dengan harga pasar. Kata Foong, Indosat tidak mengungkapkan berapa besar biaya sewa per bulan menara, namun TBIG akan mendapatkan Rp15 juta-Rp20 juta per menara per bulan dari setiap dua operator yang menyewa menara.

Dengan perhitungan seperti itu, ditambahkan Foong, biaya yang harus dikeluarkan Indosat untuk sewa 2.500 menara mencapai Rp210 miliar-Rp300 miliar per tahun. Menurut Foong, jika dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar TBIG per 8 Februari 2011 sebesar 1,3 miliar dolar AS, maka 5 persen saham baru yang akan diterbitkan mencapai senilai 65 juta dolar AS. "Apabila pembayaran di muka secara tunai sebesar 341 juta dolar AS dialokasikan untuk pembayaran utang Indosat, maka utang bersih perseroan akan turun dari Rp19,8 triliun menjadi Rp16,8 triliun, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA turun dari 2 kali ke 1,7 kali," jelasnya.

Strategi Indosat

Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko mengatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi Indosat untuk memberikan nilai atau meningkatkan produktivitas aset non-inti. "Dana hasil transaksi akan digunakan untuk pembayaran utang, investasi modal dan keperluan umum perusahaan," ujar Harry.

Indosat, kata Harry, memperoleh imbal hasil yang nyata dari sebagian aset non-inti sekaligus membebaskan modal untuk diinvestasikan kembali ke bisnis inti.

Berdasarkan ketentuan dari transaksi itu, Indosat akan menyewa menara yang dijual untuk jangka waktu minimum 10 tahun sesuai harga pasar. Sementara itu Chief Executive Officer TBIG, Hardi Wijaya Liong mengatakan transaksi ini akan dibiayai dari pinjaman bank dan penerbitan saham baru untuk Indosat dan dari kas internal perusahaan.

Diungkapkannya, akuisisi 2.500 aset menara itu (termasuk penyewaan dari Indosat dan pihak ketiga) akan menambah jumlah sites TBIG menjadi 7.368 sites dan penyewaan menjadi lebih dari 10.000 penyewaan. "Pendapatan dan EBITDA TBIG akan meningkat, dan memberi tambahan manfaat skala ekonomi badi perusshaan. Transaksi ini diharapkan akan selesai pada kuartal II tahun 2012," kata Hardi. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Sumut Salurkan KUR Rp490 Miliar

    NERACA   Medan - Bank Sumut sudah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Ro490 miliar dari target…

Dyandra Lepas Hotel Santika Rp 63,1 Miliar - Tingkat Okupansi Anjlok

NERACA Jakarta - PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) mengalihkan beberapa penginapan milik anak usahanya senilai Rp63,1 miliar kepada PT…

Gelar IPO, HK Metals Lepas 1,46 Miliar Saham

NERACA Jakarta – Geliat perusahaan untuk mencari modal lewat IPO cukup besar, teranyar calon emiten sektor perdagangan, jasa, pembangunan, serta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…