Permudah Ekspansi, APLN Bentuk 2 Anak Usaha di Makassar

NERACA

Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membentuk dua anak usaha baru yaitu PT Central Cipta Bersama dan PT Tunas Karya Bersama yang berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan.

Wakil Direktur Utama APLN, Ariesman Widjaja mengatakan, pembentukan dua anak usaha baru tersebut untuk mendukung pengembangan usaha di Makassar. "Perseroan sebagai pemegang 51% saham dan 49% saham dimiliki oleh pihak tidak terafiliasi," ungkap Ariesman, dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca di Jakarta, pekan kemarin.

Dia menegaskan, investasi APLN di perusahaan tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas sehingga pendirian perusahaan dua anak usaha ini tidak termasuk transaksi material. Sebelumnya, nilai penjualan properti perseroan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 4,2 triliun. Angka ini mengalami peningkatan 71% dibanding 2010. Angka penjualan ini mencapai 21% di atas target yang ditetapkan perseroan.

Penyumbang utama penjualan properti tersebut adalah proyek Green Bay (31%), Podomoro City (25%), dan Green Lake (17%). Sepanjang 2011, meluncurkan tiga proyek properti baru yakni Kuningan City Mall, Amaris Hotel di Thamrin City, dan POP Hotel di Festival Citylink.

Ketiganya bakal memperkuat angka penjualan perseroan di tahun ini. Kuningan City Mall merupakan kawasan bisnis seluas 55 ribu meter persegi yang okupansinya dikatakan sudah menyentuh 90%. Sementara Amaris Hotel di Thamrin City merupakan hotel yang dioperasikan oleh Santika. Hotel ini memiliki 134 kamar yang berlokasi di sekitar bundaran Hotel Indonesia. Lalu POP Hotel di Festival Citylink Bandung.

Sebagai informasi, pada laporan keuangan kuartal III-2011, APLN mencatat marketing sales Rp 3,3 triliun, naik 93% dari periode yang sama tahun 2010 yang sebesar Rp 1,7 triliun. Kontribusi penjualan didukung oleh empat proyek besar, yakni Green Bay Pluit, Podomoro City, Green Lake Sunter dan Kuningan City.

Dengan masuknya Emporium Pluit Mall dalam kinerja perseroan, mengakibatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) juga naik dari 4,4% di triwulan III-2010 menjadi 10,7% di triwulan III-2011.

Bahkan, penjualan APLN selama Januari hingga September 2011 lalu mencapai Rp 2,7 triliun, melesat 86,3% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,4 triliun. Laba kotor mengikuti kenaikan sekitar 135% dari Rp 447,2 miliar menjadi Rp 1,051 triliun. Laba bersih ikut meningkat sebesar Rp 522,9 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 223,4 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Perlu Kajian Matang - HOME Batalkan Divestasi Aset Anak Usaha

NERACA Jakarta – Emiten properti dan juga perhotelan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengurungkan rencana untuk melakukan divestasi atas…

Manfaatkan e-Smart IKM, Omzet Usaha Jaket Tembus Rp 50 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar terus memanfaatkan…

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA - Permudah Konsumen Meisterstadt Batam

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA Permudah Konsumen Meisterstadt Batam NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Pollux…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…