Pemerintah Kaji Penggunaan Dana SAL - Terkait APBN-P

NERACA

Jakarta--- Pemerintah mulai mempertimbangkan kemungkinan menggunakan dana Sisa Anggaran Lebih (SL) untuk program khusus. Sehingga penggunaanya akan dimasukan dalam APBN-P. "Kalau ada satu terobosan kita akan menggunakan dana SAL untuk satu program khusus. Misalnya untuk infrastruktur,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta

Menurut Agus, pengajuan APBN Perubahan idealnya hanya akan dilakukan satu kali saja, karenanya, jika ada hal mendesak, maka SAL dapat digunakan dengan pertimbangan dan keputusan antara pemerintah dan DPR. “ Itu kita bisa bicarakan dengan DPR dan setujui dan direfleksikan di dalam APBN-P yang akan diajukan," tambahnya

Lebih jauh kata Agus, karena sifatnya mengalokasikan untuk penggunaan khusus, maka penggunaan SAL tersebut harus disetujui pemerintah dan DPR. "Dan nanti akan diregularisasi atau dilegalisasi dalam format APBN-P," tutur dia.

Terkait perubahan pada APBN, dia mengungkapkan saat ini sedang dalami, dan diharapkan dapat rampung minggu depan. "Minggu depan saya optimistis bisa memberikan update tentang bagaimana respons kita,"terangnya

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menegaskan, perubahan APBN harus diwaspadai agar sesuai dengan tujuan yang direncanakan. "Langkah-langkah itu sekarang ini di pemerintah sedang dilakukan," tukas dia.

Pengajuan APBN-P tersebut salah satunya dikarenakan harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan. Dengan melonjaknya harga minyak dunia tersebut otomatis akan membuat asumsi ICP di dalam APBN 2012 menjadi membengkak di mana asumsi ICP di dalam APBN 2012 hanya sebesar USD90 per barelnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan kajian pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengharuskan adanya APBN Perubahan 2012 maka pemerintah akan menggelar rapat pembahasan APBN-P pada Maret 2012.

Menurut Evita, saat ini pihaknya tengah melakukan kajian terhadap harga BBM terhadap angkutan umum, apakah ada pengaruh signifikan terhadap pengurangan subsidi. "Karena agak banyak tuntutan kami dengan waktu yang pendek. Saya mengharapkan bisa dikerjakan bersama-sama, karena kita satu tim, dan kita sudah bagi tugas. Apakah kita akan ganggu angkutan umum, apakah tidak. Itu nanti yang kami kaji," paparnya

Hal ini, dilakukan mengingat pada April 2012 kebijakan BBM bersubsidi harus dilakukan baik untuk pembatasan maupun kenaikan harga. Namun Dia menegaskan pembatasan BBM belum ditentukan di April 2012 jika ada memang ada perubahan dalam Undang-undang APBN 2012 maka pemerintah minta percepat di Maret 2012 digelar rapat pembahasan APBN-P 2012. "Tergantung UU-nya itu juga kami kaji. Legalnya sedang kami kaji termasuk mulai April. Diharapkan bisa dipercepat, secepat-cepatnya maret walaupun kami dua pendapat, bisa dipercepat atau belum," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dana APBN Rp28,34 Triliun Mengalir ke Papua Barat

      NERACA   Manokwari - Dana APBN 2019 senilai Rp28,34 triliun diserahkan ke Provinsi Papua Barat untuk membiayai…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

Mendes PDTT - Kesalahan Administrasi Dana Desa Tidak Didiskriminasi

Eko Putro Sandjojo Mendes PDTT Kesalahan Administrasi Dana Desa Tidak Didiskriminasi Banda Aceh - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cukai Rokok Tetap, Minuman Alkohol Naik

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat…

PNBP Sektor Tambang Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan…

Penampungan Limbah di Atas Sesar Gempa Rentan Rusak

      NERACA   Medan - Keandalan instalasi penampungan limbah terhadap resiko bencana gempa menjadi salah satu persoalan yang…