Menanti Laporan Keuangan, IHSG Masih Yakin Di Zona Hijau

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 66,595 poin (1,67%) ke level 3.912,393. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 15,122 poin (2,18%) ke level 679,349. Aksi ambil untung pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan, terutama sahan bank blue chip memaksa indeks harus puas di zona merah.

Kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, tekanan indeks akhir pekan disebabkan dua faktor yakni domestic dan eksternal, “Faktor domestik dipicu dari beberapa broker asing yang menempatkan bursa saham Indonesia dan masuk dalam kategori premium atau mahal dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, “katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Kondisi itu, lanjut dia, otomatis menurunkan target harga dari beberapa saham-saham unggulan, seperti Astra Internasional (ASII) dan beberapa saham perbankan. Khususnya untuk saham perbankan, dampak negatif diturunkannya BI Rate menurunkan `yield` obligasi negara yang mereka pegang, kemudian pada gilirannya berpotensi menurunkan kinerja saham perbankan yang mempunyai banyak portofolio surat utang negara (SUN) dan yang fokus terhadap pemberian kredit kepada korporasi karena margin diperkirakan akan terkikis.

Sementara dari eksternal, Edwin mengatakan bahwa pendorong bursa saham domestik tertekan dipicu dari data perdagangan China pada Januari tahun ini turun dibandingkan dengan periode sama 2011. "Penurunan itu disebabkan tutupnya kegiatan pabrik menyambut tahun baru Imlek beberapa waktu lalu dan diperburuk menurunnya permintaan ekspor China. Data Kepabeanan, Jumat, menunjukkan impor turun 15,3 persen dibandingkan dengan data Januari 2011," ujarnya.

Hal itu, lanjut dia, merupakan level impor terendah sejak Agustus 2009, sementara Ekspor China turun 0,5% dibandingkan dengan periode sama 2011. Kondisi ini merupakan kinerja terburuk sejak November 2009. Berikutnya, indeks Senin awal pekan ini akan dibuka di zona hijau dan akan berada di level 3.912-3.920. Keyakinan indeks mengawali pekan ini, disebabkan sentimen positif dalam negeri terkait rencana laporan kinerja tahunan emiten yang dinilai positif.

Perdagangan Jum’at kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 420.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 139.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 13.400, dan Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 300 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.750 ke Rp 71.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 55.000, Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 19.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 40.450.

Sementara pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 66,838 poin (1,68%) ke level 3.912,150. Indeks LQ 45 juga melemah 14,823 poin (2,13%) ke level 679,648. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 79.391 kali pada volume 2.281 juta lembar saham senilai Rp 3,786 triliun. Sebanyak 36 saham naik, 188 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 menjadi Rp 11.450, PGN (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 3.475, Delta Dunia (DOID) naik Rp 10 menjadi Rp 640. Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 6.200, BRI (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 6.600, Astra International (ASII) turun Rp 1.800 menjadi Rp 71.150, BCA (BBCA) turun Rp 250 menjadi Rp 7.650, Gema Grahasarana (GEMA) turun Rp 45 menjadi Rp 325, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 menjadi Rp 2.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 5,42 poin atau 0,20% ke posisi 3.971,29. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,65 poin atau 0,23% ke posisi 692,86 poin. "Bursa Asia pagi, termasuk IHSG dibuka terkoreksi seiring pernyataan pemimpin Uni Eropa yang menunda pemberian `bailout` Yunani hingga 15 Februari untuk menunggu implementasi penghematan anggaran di Yunani," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia menambahkan, sentimen negatif juga datang dari Jepang yang menyatakan tidak akan meneruskan program stimulus moneternya seiring membaiknya ekonomi global. Alhasil, sektor perbankan akan kembali tertekan seiring hasil lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) kemarin (9/2), dengan `yield` yang turun signifikan menjadi 3,8% dari 4,9% pada lelang sebelumnya.

Sedangkan analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan Jum’at, secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak fluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran 3.930-4.005 poin. "Antisipasi akan perkembangan dari hasil negosiasi Yunani seputar penerimaan dana talangan dan pertemuan menteri keuangan uni Eropa serta kebijakan moneter dari hasil rapat bank sentral Eropa (ECB) dapat memberikan sentimen terhadap indeks," tambahnya.

Sementara untuk bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 74,12 poin (0,35%) ke level 20.935,89, indeks Nikkei-225 turun 24,67 poin (0,27%) ke level 8.977,57 dan Straits Times menguat 3,51 poin (0,12%) ke level 2.985,71. (bani)

BERITA TERKAIT

Ancaman Serangan Siber ke Industri Keuangan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengingatkan ancaman serangan siber terhadap sistem…

70% Masyarakat Cari Informasi Keuangan Lewat Internet

  NERACA   Jakarta - Google merilis hasil riset terbaru tentang industri keuangan Indonesia dan cara nasabah mencari dan memilih…

Upaya Menyiapkan Generasi Melek Keuangan - FWD Life Olympic 2017 Digelar

NERACA Jakarta - Mempersiapkan generasi muda yang memliki pemahaman keuangan yang memadai merupakan hal penting untuk menciptakan sumber daya manusia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…