UBS Nilai Prospek Pasar Indonesia Cerah

Rabu, 02/03/2011

UBS Nilai Prospek Pasar Indonesia Cerah

Jakarta- UBS menilai prospek pasar Indonesia baik karena telah didukung situasi dan kondisi politik yang stabil. “Kami yakin secara keseluruhan keseluruhan prospek pasar Indonesia adalah baik, dengan didukung konsumsi domestik, iklim politik yang stabil dan perkembangan reformasi," kata Country Head of UBS Indonesia, Rajiv Louis, di Hotel Madarin Oriental, di Jakarta,1/3.

Rajiv menambahkan tingkat partisipasi asing cukup meningkat tajam. Klien-klien kami juga memiliki pendapat positif yang sama, yang terbukti dengan tingginya tingkat partisipasi peserta dari luar negeri,”tuturnya.

Diajang yang digelar setiap tahun ini, tahun 2011, UBS menerima kehadiran lebih dari 60 klien korporasi Indonesia dan 160 investor institusi dari Australasia, Eropa, dan Amerika Utara. Emiten yang hadir mewakili kapitalisasi pasar lebih dari USD 233 miliar (sekitar 70% dari kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia).

Tahun ini, kata Rajiv, UBS Indonesia Conference memiliki tujuan untuk membantu memfasilitasi perusahaan-perusahaan Indonesia dan investor-investor internasional dalam membangun kerjasama yang lebih erat. Institusi-institusi yang hadir akan mendapatkan akses langsung ke manajemen senior dan mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai Indonesia sebagai tujuan investasi. “Perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut juga akan berkesempatan untuk bertemu dengan para investor dan kemudian mengembangkan basis kepemilikan saham dari para investor mereka tersebut,”lanjutnya.

Rencananya, konferensi yang digelar selama tiga hari dari tanggal 1-3 maret ini, akan dihadiri oleh para manajemen senior dari sejumlah perusahaan pemimpin pasar seperti Astra International dan Bank BNI, serta perusahaan-perusahaan yang baru tercatat di bursa saham seperti Tower Bersam dan Borneo Lumbung.

Program UBS yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2007 ini, diharapkan mampu menawarkan kesempatan kepada investor-investor asing untuk memperoleh wawasan lapangan dan bertemu dengan manajemen perusahaan melalui pertemuan one-on-one, diskusi dan kunjungan ke lokasi. **Yazir