BI Akui Belum Ada Laporan Yawadwipa - Rencana Pembelian Bank Mutiara

Rencana Pembelian Bank Mutiara

BI Akui Belum Ada Laporan Yawadwipa

Jakarta---Bank Indonesia (BI) mengaku belum menerima laporan secara resmi ataupun permintaan tertulis dari Yawadwipa terkait rencana pembelian Bank Mutiara seharga Rp6,7 triliun. "Belum masuk ke saya. Belum," kata Gubernur BI Darmin Nasution kala ditemui di Kantornya, Jakarta,

Lebih jauh Darmin belum mau berkomentar banyak soal rencana pembelian tersebut. Karena dinilai belum ada kejelasan masalah itu. Sehingga tak menimbulkan kesimpangsiuran. "Untuk hal itu saya no comment dulu," imbuhnya

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Kosasih mengungkapkan, bila Yawadwipa benar-benar tertarik membeli eks Bank Century tersebut, seharusnya dia mendatangi ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik Bank Century untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari bank tersebut. "Terkesan cari sensasi saja, kalau memang niat beli, datang ke LPS bawa letter of intent, bicara dan buat pra due dilligence," lanjut dia.

Mengakuisisi perbankan, tambah Achsanul, bukan sekadar mengakuisisi perusahan abal-abal dan membutuhkan perusahaan yang kompeten yang bisa mengelola perusahaan. "Datang ke LPS, ajukan pra due diligance, nanti juga harus dipantau ke Bank Indonesia, baru bikin due diligence baik secara finansial, dan lainnya. Kalau perusahaan baru kayak gitu, apa bisa?" tandas dia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku belum tahu persis siapa itu Yawadwipa. Meskipun begitu, pihaknya mengaku pernah bertemu dengan pengacaranya. "Dua bulan yang lalu, iya ketemu saya. Tapi hanya lawyer-nya, namanya Singgih-singgih gitu. Dia cuma bilang mau bikin private equity," ungkap Gita Wirjawan.

Menurut Gita, saat itu, seseorang yang disebut pengacara Yawadwipa tersebut hanya mengenalkan diri terkait pendirian private equity dan tidak menyinggung pembelian Bank Mutiara. "Tanya makroekonomi kita juga, tapi enggak sebut-sebut sama sekali (ketertarikan akuisisi Bank Mutiara)," lanjut dia.

Beberapa hari lalu, Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono mengatakan pihaknya akan melihat track record investor asal Singapura atau Yawadwipa yang berencana akan membeli eks Bank Century itu. "Nanti kita lihat, di tentukan dari penawarannya, kita tidak bisa tentukan A, B dan C tapi ada beberapa kriteria, nanti yang menentukan LPS," terangnya

Diberitakan sebelumnya, Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat secara resmi kepada penasihat keuangan PT Bank Mutiara Tbk untuk mengakuisisi Bank tersebut dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Yawadwipa, sebuah perusahaan dari Singapura, yang pernah sukses mengakuisisi Bank BCA pada 2002 lalu menyatakan tertarik membeli 99% saham Bank Mutiara dari LPS. Yawadwipa bahkan berani menawarkan Rp6,75 triliun sesuai yang ditawarkan LPS. **maya

BERITA TERKAIT

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…

Aset Bank Umum Di Jambi Tumbuh 4,75%

  NERACA   Jambi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, aset perbankan umum yang beroperasi di provinsi itu…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…