Mengenalkan Bursa Komoditi Lebih Dekat Kepada Masyarakat

Perkembangan bursa komoditi saat ini belum berkembang pesat bila dibandingkan dengan industri pasar modal dalam negeri. Setidaknya belumnya, banyak orang tahu tentang perdagangan bursa komoditi dan termasuk produknya. Maka untuk mengetahui lebih dalam tentang bursa komoditi dan prospeknya, berikut petikan wawancara Neraca dengan CEO PT Bursa Komoditi Dan Derivatif Indonesia (BKDI) Megain Widjaja salah satu perusahaan yang memperdagangkan bursa komoditi di Indonesia.

Pertanyaan : Bisa dijelaskan bagaimana perkembangan kondisi bursa komoditi di dunia ?

Jawab : Menurut saya, kondisi bursa komoditi di dunia saat ini sangat menarik, karena adanya pergerakan harga komoditi yang dahulu sifatnya tidak terlalu bergejolak (volatile). Bahkan bila dilihat sekitar empat tahun belakangan ini, harganya sangat berpengaruh dari kondisi ekonomi dunia dan faktor lainnya. Keadaan tersebut berakibat pelaku pasar merasakan sudah saatnya melakukan 'lindung nilai'.

Alasan utama mengapa pelaku pasar masuk ke bursa komoditi adalah lindung nilai untuk mengatasi gejolak harga. Kemudian pelaku pasar juga melihat bahwa komoditi dinilai bisa menjadi sebuah aset baru sebagai sumber investasi.

Memang Indonesia belum sampai tahap demikian. Namun, kami yakin kedepannya bursa komoditi Indonesia mampu dan terus berkembang. Soal faktor risiko, perdagangan di bursa komoditi tidak berbeda dengan bursa lainnya. Karena perdagangan maupun investasi pasti ada resikonya dan risiko yang besar tentunya menghasilkan return (keuntungan) yang besar.

Dalam perdagangan berjangka komoditi, permasalahan yang muncul adalah para pialang yang melakukan perdagangan komoditi tidak melalui multilateral. Tercatat hampir 99% perdagangan dilakukan secara bilateral dan biasanya mereka memperdagangkan produk berupa forex index. Pertanyaan : Pengaruh apa saja yang dialami bursa komoditi dalam negeri terhadap ekonomi global ?

Jawab: Tentunya pengaruh ada, antara lain berdampak pada harga komoditi atau ke kinerja. Untuk kinerja, BKDI mendapatkan kemudahan dalam proses sosialisasi. Karena jika pelaku pasar tidak melakukan 'lindung nilai' saat kondisi harga komoditi turun, maka harganya tidak bisa di hetch. Akhirnya, kesadaran untuk bergabung dengan bursa komoditi akan datang dengan sendirinya.

Pertanyaan : Kemudian bagaimana minat investor ke bursa komoditi?

Jawab: Saat ini minat investor mulai berangsur-angsur tumbuh kembali. Bila sebelumnya image (pandangan) soal perdagangan berjangka komoditi sangat buruk, seperti perdagangan komoditi sarat dengan berbagai penipuan. Kini sudah tidak lagi, karena penipuan langsung ditindak tegas terhadap oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan perdagangan berjangka komoditi. Oleh karena keadaan tersebut, BKDI maupun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) kembali berusaha meyakinkan pelaku pasar dengan sistem dan mekanisme yang baik.

Pertanyaan : Strategi apa yang akan dilakukan BKDI untuk mendongkrak minat investor?

Jawab: Minat investor akan muncul ketika adanya kepercayaan investor terhadap BKDI. Strategi pertama dilakukan adalah memperkuat jaringan dengan rekan-rekan media. Kedua, bekerja sama dengan pialang yang memiliki komitmen bersama-sama untuk berdagang secara multilateral dan Ketiga adalah melakukan roadshow atau penyuluhan dalam rangka memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku pasar di daerah.

Pertanyaan : Produk apa saja yang diperdagangkan BKDI dan target transaksinya ?

Jawab: Produk yang kami perdagangkan adalah emas, crude palm oil (CPO), olein dan timah. Sampai saat ini, produk yang paling diminati investor adalah komoditi emas. Target transaksi BKDI tahun ini adalah mengoptimalkan transaksi dari setiap komoditas yang diperdagangkan dan targetnya dalam satu bulan sekitar 6000 lot perhari untuk setiap produknya.

Pertanyaan : Bagaimana perkembangan komoditi timah yang baru diluncurkan dan adakah produk baru ?

Jawab: Kami yakin dan optimis dengan komoditi timah. Kenapa? karena, ketika harga dari BKDI muncul dalam perdagangan pertama lalu, LMI mau gak mau mengikuti harga Indonesia. Sementara untuk komoditi yang akan diluncurkan tahun ini belum ada, namun kami sedang melakukan pendekatan dengan Dewan Komoditi Karet untuk ikut bergabung. Dalam prosesnya, kami ingin menggunakan contoh perkembangan yang maju dari bursa komoditi timah agar muncul ketertarikan dan bisa bekerja sama dengan BKDI. (yahya)

BERITA TERKAIT

Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…

MA-Kemlu Perkuat Kerja Sama Layani Masyarakat

MA-Kemlu Perkuat Kerja Sama Layani Masyarakat NERACA Jakarta - Mahkamah Agung (MA) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan melakukan pembaharuan…

Fatayat NU Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Maraknya Aksi Penyerangan Pesantren

Jakarta, Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan maraknya teror terhadap ulama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…