Waspada Cacing Anisakis, Parasit dalam Ikan Kaleng

Belum lama ini beredar kabar mengejutkan dari Pekanbaru, Riau. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru mengungkapkan bahwa ada produk impor ikan mackarel kaleng yang terbukti mengandung cacing. Ketiga produk asal China ini berlabel IO, Farmer Jack dan HOKI.

Hal ini kemudian viral di media sosial yang menyebut bahwa jenis cacing dalam produk merupakan cacing pita. Namun, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru, Muhammad Kashuri berkata cacing bukan berasal dari jenis cacing pita."Artinya, terkonfirmasi memang benar ada sejenis cacing, tapi bukan cacing pita seperti yang viral di media sosial. Jadi ada cacing Anisakis species," kata Kashuri, seperti dilansir dari Antara, Rabu (21/3).

Cacing anisakis merupakan cacing parasit yang menyerang ikan laut. Dilansir dari CNN, cacing anisakis dapat menginfeksi salmon, hering, ikan cod, mackerel, cumi, kakap merah, dan halibut. Cacing masuk ke usus inangnya, bereproduksi dan mengeluarkan telurnya ke laut lewat tinja inangnya.

Menurut Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Teknologi Pangan, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, sebenarnya cacing anisakis adalah cacing yang lazim terdapat pada ikan-ikanan. Keberadaan cacing anisakis pada ikan mengindikasi bahan baku ikan terkontaminasi cacing tersebut.

"Sebetulnya, proses pemanasan pada ikan kaleng yang baik akan menginaktivasikan cacing tersebut. Jadi secara umum, dapat dikatakan bahwa tidak ada risiko kesehatan yang disebabkan karena anisakis," kata Purwiyatno saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (22/3).

Namun, kata dia, kasus temuan cacing anisakis pada tiga produk ikan kaleng menunjukkan bahwa produsen tidak menangani bahan baku dengan higienis. Cacing anisakis pada ikan sebetulnya dapat dibersihkan. Menurutnya ada indikasi produsen tidak mengikuti good manufacturing practices (GMP) sesuai dengan standart operational procedure (SOP) dengan baik. "Cacing anisakis dapat menginfeksi manusia jika masih hidup. Dengan proses pengalengan pangan, dengan proses pemanasan, maka cacing tersebut akan mati," tambahnya.

"Adanya anisakis mengindikasikan bahwa bahan baku ikan tersebut telah terkontaminasi dengan cacing tersebut. Kalau ditemukan dalam ikan (yang tentunya sudah diproses dengan prosedur yang baik) sebenernya si cacing tersebut sudah mati. Jadi, walaupun tidak akan menimbulkan penyakit pada manusia, keberadaannya tetap tidak diinginkan karena 'menjijkkan, dan sering digolongkan sebagai "filth" atau bahaya fisik yang menjijikkan," tambah dia.

Sementara itu mengutip dari CNN, cacing anisakis dapat menimbulkan infeksi pada tubuh manusia atau dikenal dengan anisakiasis. Nama ini mencuat sejak 1960an di kalangan periset dari Belanda. Jepang termasuk negara dengan jumlah anisakiasis tertinggi yakni sebanyak dua ribu hingga tiga ribu kasus per tahun.

Cacing yang masuk ke tubuh manusia akan menginvasi dinding perut atau usus sehingga mengakibatkan rasa sakit, mual dan muntah. Dalam beberapa kasus, orang dapat mengalami komplikasi termasuk pendarahan pada pencernaan, peradangan pada dinding dalam perut dan kerusakan usus.

BERITA TERKAIT

Yusril: Misrepresentasi dalam Kasus SAT Tidak Ada dan Tidak Pernah Terjadi

Yusril: Misrepresentasi dalam Kasus SAT Tidak Ada dan Tidak Pernah Terjadi NERACA Jakarta - Pengacara senior Yusril Ihza Mahendra mengemukakan…

Saham ABBA Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) masuk dalam pengawasan PT Bursa…

Logistik dalam Manajemen Risiko

  Oleh: Achmad Deni Daruri,President Director Center for Banking Crisis     Dunia bisnis sebetulnya belajar logistik dari militer apalagi…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Lima Menit di Alam Terbuka Dapat Hilangkan Stres

Ketika akhir pekan datang, kebanyakan orang khususnya kaum pekerja ingin menghabiskan satu hari itu untuk bersantai, sebelum kembali ke rutinitas…

Hindari Pakai Jaket Saat Olahraga Lari

Lari kini menjadi salah satu olahraga yang tren di kalangan anak muda. Berbagai event lari pun diadakan dan ramai peminat.…

Diagnosis Tepat Kunci Pengobatan Kanker Darah

Kunci keberhasilan pengobatan kanker darah terletak pada diagnosis yang tepat. Ketepatan diagnosis dapat menentukan pengobatan yang sesuai sekaligus meningkatkan potensi…