S&P Turunkan Peringkat 34 Bank di Italia

NERACA

Milan—Gara-gara memasuki zona berbahaya, maka perbankan Italia kena imbasnya. Bahkan sekitar 34 bank di Italia, termasuk raksasa UniCredit dan Intesa Sanpaolo diturunkan peringkatnya oleh Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's. "Italia semakin rapuh dalam menghadapi risiko finansial dari luar, menyebabkan tingginya utang luar negeri sehingga menggerus kemampuan bank-banknya dalam menghadapi krisis," demikian laporan S&P yang dikutip dari Reuters.

Pemangkasan dilakukan akibat buruknya penanganan utang dan lemahnya kemampuan mencetak laba. Langkah ini dilakukan menyusul turunnya peringkat utang luar negeri negera pizza tersebut bulan lalu, menjadi BBB+. Pemangkasan ini juga dilakukan di delapan negara Uni Eropa lainnya.

S&P dalam pernyataanya mengatakan risiko industri perbankan di Italia meningkat ke level 4 dari sebelumnya level 3, dari skala 1-10. Hal ini menunjukkan banyaknya kekurangan dari industri perbankan Italia dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan tersebut juga memprediksi lemahnya potensi perolehan laba dari bank-bank tersebut dalam beberapa tahun ke depan sehubungan dengan minimnya modal akibat produk-produk yang ditawarkan, sulit diterima masyarakat pada masa krisis. "Kami percaya ini akan menjadi faktor negatif bagi stabilitas industri perbanka Italia," imbuhnya.

Situasi finansial bank-bank di Italia merasakan penderitaan yang sama dengan negaranya. Pasalnya, lima bank terbesar di negara asal Ferarri itu memegang surat utang pemerintah cukup besar. Bank sentral Italia juga sudah meminta kelimanya untuk mengumpulkan dana hingga 15 miliar euro atau setara Rp 180 triliun, untuk memenuhi modalnya dalam rangka membayar surat utang di akhir Juni 2012.

S&P mengatakan, tingginya beban operasional itu akan berujung dengan anjloknya laba bank-bank tersebut. UniCredit, bank dengan aset terbesar di Italia sudah mengumumkan kerugian sebesar 10,6 miliar euro (Rp 127,2 triliun) di triwulan III-2011. Diantara 34 bank yang dipangkas peringkatnya tersebut, Banca Monte dei Paschi di Siena dan Banco Popolare mendapat peringkat yang lebih rendah dari peringkat negaranya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

BI TURUNKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) bersama Senior Deputi BI Mirza Adityaswara (kanan) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG)…

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…