Realisasi KUR BPD Capai 135%

NERACA

Jakarta—Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengklaim telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) melalui 13 BPD pada 2011 mencapai Rp3,71 triliun. Total realisasi penyaluran KUR ini melebihi target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,75 triliun. "Realisasi penyaluran KUR hingga Desember 2011 adalah Rp3,71 triliun atau sebesar 135% dari total target Rp2,75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 74.721 orang," kata Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia di Jakata,

Menurut Winny, keberhasilan di penyaluran KUR pada 2011 ini mendorong Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan 13 BPD lagi sebagai pelaksana baru KUR pada tahun ini. Dengan demikian 26 BPD telah menjadi pelaksana KUR dengan target penyaluran sebesar Rp5,25 triliun. Winny memaparkan terdapat beberapa keberhasilan yang diraih selama dirinya menjadi Ketua Umum Asbanda.

Keberhasilan itu antara lain kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi yang dikenal dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selain di sektor perumahan, Asbanda juga telah berhasil memfasilitasi program kredit sindikasi di bidang pembangunan infrastruktur di daerah. Bahkan sebanyak 23 BPD telah menandatangani kredit sindikasi proyek PLN untuk membangun 13 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai Rp4,732 triliun di beberapa provinsi, antara lain NTT dan Maluku Utara. "Melalui Musyawarah Kerja Nasional ini, Asbanda dan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI) bertekad mewujudkan sistem perbankan yang efisien guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Sehingga BPD benar-benar tampil sebagai Regional Champion,” imbuhnya

Ditempat yang sama, Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan realisasi KUR 6 dan 26 bank pembangunan daerah (BPD) per akhir Januari tahun ini mencapai Rp1,66 triliun, atau turun 11,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,868 triliun. Adapun jumlah debitor yang memperoleh KUR saat itu 152.275 debitor. “Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank yang menyalurkan KUR terbesar mencapai Rp1,09 triliun, yang diberikan kepada 104.853 debitor. Realisasi KUR tersebut diberikan kepada 746 debitor sektor ritel sebesar Rp183 miliar dan 104.107 debitor sektor mikro mencapai Rp903,9 miliar,” katanya di Jakarta.

Parikesit mengungkapkan, Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan KUR kepada 1.835 debitor dengan nilai mencapai Rp186,4 miliar. Sementara itu, Bank Mandiri menyalurkan KUR kepada 244 debitor senilai Rp40,9 miliar, Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan KUR kepada 464 debitor sebesar Rp68,7 miliar.

Realisasi penyaluran KUR Bank Bukopin akhir bulan lalu senilai Rp2,2 miliar kepada 29 debitor dan anak usaha Bank Mandiri, yakni Bank Syariah Mandiri, menyalurkan KUR mencapai Rp87,7 miliar kepada 1.195 debitor. Adapun 26 BPD telah menyalurkan KUR senilai Rp186,6 miliar kepada 2.769 debitor. Parikesit menuturkan,ratarata kredit yang diberikan perbankan tersebut kepada debitor sekitar Rp13,6 juta.

Akumulasi jumlah penyaluran KUR sejak 2007 hingga 31 Januari 2012 tercatat sebesar Rp65,08 triliun,dengan jumlah debitor sebanyak 5.833.859 orang. Pemerintah, lanjut dia, tahun ini menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp30 triliun. Dari target tersebut, BRI diharapkan bisa menyalurkan KUR sekitar setengahnya atau Rp15 triliun.

Bank penyalur KUR terbesar pada tahun lalu ini telah menyalurkan KUR mencapai Rp16,7 triliun dari target awal Rp10 triliun.Sementara itu, realisasi penyaluran KUR tahun lalu sebesar Rp29 triliun atau naik sekitar 31 persen dari target awal senila Rp20 triliun.

Adapun sektor yang menjadi penerima KUR terbesar adalah perdagangan, restoran, dan hotel yang mencapai 43 persen, sektor pertanian dan perikanan mencapai 16,9 persen, sektor hulu terintegrasi 14,8 persen dan sisanya 13,7 persen sektor lainnya. Daerah penerima KUR terbesar adalah Jawa Timur mencapai 15,5 persen atau Rp9,8 triliun, Jawa Tengah Rp9,2 triliun,dan Jawa Barat senilai Rp8,3 triliun. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Nilai Emisi Obligasi Capai Rp 115,03 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi sejak awal tahun hingga Oktober 2017 ini mencapai…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…