Samindo Incar Pendapatan US$ 255 Juta

NERACA

Jakarta – Di tahun 2018 ini, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menargetkan pendapatan sebesar US$255 juta. Target tersebut naik 36% dibandingkan realisasi tahun 2017 yang mencapai US$188,1 juta. Ekspektasi kenaikan tersebut akan didukung atas peningkatan kontrak penambangan batu bara yang ditangani perseroan.”Peningkatan target volume penambangan batu bara yang dibebankan klien akan menjadi faktor utama pendorong kenaikan pendapatan perseroan tahun 2018," ujar Investor Relations Manager Samindo, Ahmad Zaky Natsir di Jakarta, Kamis (22/3).

Sebagaimana dalam kesepakatan yang telah ditandatangani perseroan dengan PT Kideco Jaya Agung adalah seluruh pertambangan batu bara anak usaha Kideco akan ditangani Samindo mulai tahun ini. Perseroan bertanggung jawab untuk menyediakan empat layanan untuk Kideco, yaitu pemindahan lapisan tanah penutup batu bara (overburden removal), produksi batu bara, pengangkutan batu bara, dan pengeboran ekplorasi.

Penambahan kontrak kerja perseroan, menurut dia, mengindikasikan peluang kenaikan pendapatan seluruh segmen usaha perseroan tahun 2018. Dorongan positif kinerja juga diharapkan datang dari kontrak penambangan batu bara dari grup Bayan. Di tambang milik Bayan group, perseroan sudah memulai penambangan sejak pertengahan 2017.

Menurut dia, Bayan membebankan kenaikan dua kali lipat untuk volume pengupasan batuan penutup batu bara tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 51,5 juta bcm.”Kami melihat tahun 2018 menjadi titik balik, setelah dua tahun klien menahan tingkat produksinya. Seluruh klien telah mematok kenaikan volume produksi batubara tahun ini," ungkapnya.

Selain dukungan pertumbuhan kontrak pemindahan tanah dan produksi batu bara, dia menjelaskan, perseroan akan mendapatkan sumbangan positif dari outlook membaiknya harga jual batu bara tahun ini.”Indikasinya terlihat dari stabilnya harga jual batu bara sepanjang 2017 dan diprediksi berlanjut hingga tahun ini," tuturnya.

Emiten tambang batu bara ini mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 13,8 juta atau melonjak 343% dibandingkan tahun kemarin.Meroketnya anggaran capex tersebut tidak lain salah satu dari persiapan Perseroan dalam rangka menjawab kenaikan target yang dibebankan oleh klien di tahun 2018, “Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, target produksi batuan penutup Perseroan mengalami peningkatan hingga 13%, sedangkan produksi batu bara Perseroan mengalami peningkatan sebanyak 10%,”kata Zaky.

Dirinya menjelaskan, nantinya sebagian besar dari dana capex perseroan dialokasikan untuk pembelian alat-alat berat pada aktivitas pemindahan batuan penutup dan produksi batu bara. Beberapa alat berat yang menjadi target Perseroan di antaranya dump truck, excavator, crane, dan pump. Perseroan sendiri saat ini memiliki dua kontrak yang aktif untuk kedua aktiitas tersebut, yaitu kontrak dengan PT Kideco Jaya Agung dan kontrak dengan Gunung Bayan Pratama Coal.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…