BI Tahan Suku Bunga Acuan

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan "7-day Reverse Repo Rate" sebesar 4,25 persen, mengingat meningkatnya tekanan ekonomi eksternal karena kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Maret ini, dan juga potensi kenaikan inflasi domestik dari kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices).

“Suku bunga penyimpanan dana perbankan di BI (Deposit Facility) juga tetap sebesar 3,5 persen dan penyediaan dana dari BI (Lending Facility) tetap sebesar lima persen,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/3).

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memprediksi Dewan Gubernur BI bakal mempertahankan bunga acuan BI 7 Days Repo Rate tetap di level 4,25% pada rapat bulanan yang digelar 21-22 Maret 2018. Keputusan tersebut seiring dengan inflasi Februari yang masih terjaga, demikian juga dengan nilai tukar rupiah seiring intervensi yang dilakukan BI.

Namun, ia melihat potensi BI menaikkan bunga acuan jika Fed Fund Rate kembali naik pada Mei 2018 mendatang. Kenaikan bunga acuan untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah. "Artinya langkah BI untuk pertahankan bunga acuan hanya temporer. Proyeksi dari The Fed sampai 2020 Fed Rate naik sampai 3,1%. Ini yang perlu dicermati sama BI ," kata Bhima.

Menurut dia, BI berpotensi menaikkan bunga acuan ke kisaran 4,5-4,75% di semester II tahun ini. Adapun inflasi diperkirakan Bhima bakal berada di atas 3,5% tahun ini, didorong oleh komponen harga pangan bergejolak (volatile food). Sejauh ini, pemerintah menargetkan inflasi berada pada rentang 2,5-4,5%, lebih rendah dibandingkan rentang tahun sebelumnya 3-5%.

Ekonom PermataBank Josua Pardede memperkirakan BI akan mempertahankan BI-day tetap di level 4,25%. Dia menjelaskan penahanan suku bunga ini karena stance kebijakan netral tetap konsisten menjaga ekspektasi inflasi di target sasaran BI 3,5+- 1%. "Serta untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS The Fed yang tahun ini menaikkan Fed Fund Rate sebesar 25 bps," ujar Josua.

Dia menjelaskan, dalam sebulan terakhir ini keluarnya dana asing di pasar keuangan domestik telah memicu kenaikan volatilitas nilai tukar rupiah, namun, BI selalu berada di pasar dengan secara aktif melakukan langkah-langkah stabilisasi rupiah yang terindikasi dari penurunan cadangan devisa sepanjang bulan Februari.

Selain telah menaikkan tingkat suku bunga Fed sebesar 25bps pada bulan ini, Fed juga mengeluarkan dot plot yang menunjukkan ekspektasi Fed terhadap arah suku bunga pada tahun ini dan tahun depan. Melihat dari dot plot yang dirilis Fed, sebagian besar anggota FOMC tetap memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga AS tahun ini sebesar 75bps.

"Volatilias pada rupiah diperkirakan akan menurun seiring penurunan ketidakpastian di pasar setelah Fed mengeluarkan dot plot pada rapat FOMC bulan ini," ujar Josua. Sementara itu di sisi lain, ekspektasi inflasi juga diperkirakan berada dalam target sasaran inflasi BI. Jadi, mempertimbangkan tujuan BI yakni menjaga stabilitas harga dan nilai tukar pada tahun ini, maka stance kebijakan moneter BI diperkirakan netral dalam jangka pendek.

BERITA TERKAIT

BI Minta Bank Tidak Naikkan Bunga

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia menyatakan perbankan tidak memiliki alasan menaikkan bunga kredit dan simpanan dalam waktu dekat…

Kota Bunga Tomohon Gelar Festival Seru di Bulan Agustus

Tomohon International Flower Festival (TIFF) kembali digelar di kota Tomohon, Sulawesi Utara, mulai 8-12 Agustus 2018. TIFF 2018 mengangkat tema…

BI Sebut Ada Capital Inflow Rp6 Triliun - Bunga Acuan Naik

      NERACA   Jakarta - Modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara sebesar Rp6 triliun setelah imbal hasil…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Naik 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

Laba BTPN Tumbuh 17%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 17 persen…