Perluasan 12 Bandara AP II Capai Rp15 T

NERACA

Jakarta-- PT Angkasa Pura II membutuhkan dana sekitar Rp15 triliun guna meningkatkan kapasitas dan sekaligus perluasan 12 bandara di kawasan Indonesia barat. "Dana Rp15 triliun diharapkan mampu membiayai 12 bandar udara pada 2012-2015," kata Direktur Keuangan AP II Laurensius Manurung di Jakarta, Kamis (9/2)

Perluasan 12 bandar udara kawasan Indonesia bagian barat, khususnya Bandara Internasional Soekarno Hatta diharapkan memiliki kapasitas 62 juta orang di 2012 dengan menerapkan grand desain. "Cita-cita tinggi kami yaitu menjadikan bandara di Indonesia yang worldclass pada 2015, maka kami membutuhkan dana kurang lebih Rp 15 triliun," tambahnya

Lebih jauh Laurensius Manurung mengungkapkan perluasan 12 bandar udara akan di fokuskan pada dua titik yaitu bandara soekarno hatta di Jakarta dan bandara polonia di Medan. "Kita mengalokasikan dana untuk memperluas di soekarno hatta sekitar Rp 13 triliun, sisanya akan dibagi untuk bandara lainnya," ucapnya.

Laurensius menjelaskan saat ini sedang dilakukan persiapan untuk pembenahan di bandara soekarno hatta. Paling utama, lanjut dia, pembangunan akan di fokuskan pada pengembangan di terminal 3. "Selain itu kita akan membangun gedung integrated building, pengintegrasian antara terminal 1 dan 2 serta membangun apron, serta pembangunan Jakarta Traffic Services, semua itu baru akan dimulai pada tahun ini," ujarnya.

Selain iut, kata Laurensius mengaku perbaikan di bandara polonia tengah di lakukan. Jika sesuai dengan jadwal, maka di awal tahun 2013 ini sudah bisa di operasionalkan. "Harapan kita di awal tahun 2013 sudah bisa melakukan shadow operation dan bisa diresmikan oleh presiden," ujarnya.

Selain bandara polonia, lanjut dia, ada bandara sultan syarif kasim II yang tengah mengalami renovasi dan sudah hampir selesai pengerjaannya. "Saat ini tinggal menunggu persiapan operasionalnya saja. Saya perkirakan pada bulan Juni atau Juli sudah mulai bisa beroperasi," lanjutnya.

Dikatakan Laurensius, pendanaan korporasi masih mengandalkan pihak internal. Apalagi kinerja AP II selama ini terus membaik dan mengalami surplus. Hal ini terlihat dari biaya operasional yang keluar dan masuk tetap terjaga dengan baik. ““Dana internal kita mulai dari cash in bila dibandingkan dengan cash out kita masih ada surplusnya. Jadi rata-rata perbulannya kita hampir, Rp250-Rp300 miliar perbulan yang masuk sedangkan yang keluar atau opex kita hanya 150 miliar, jadi masih ada surplus sekitar 150 miliar,” jelasnya.

Namun pada tahun 2013, ia menjelaskan akan mengandalkan dana pihak ketiga. Sebagai informasi, PT Angkasa Pura II telah membukukan laba sekitar Rp 1,362 triliun sebelum pajak dari Rp 3,4 triliun pendapatan yang diperoleh. Sementara itu, tahun 2012, perseroan menargetkan laba mencapai Rp 1,6 triliun. **bari

BERITA TERKAIT

Taksi Online Tawar Menawar di Bandara

Ketika kami mendarat di Bandara Halim, Jakarta, beberapa waktu lalu, mencoba menghubungi taksi online (GrabCar) untuk perjalanan ke rumah di…

Nilai Emisi Obligasi Capai Rp 115,03 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi sejak awal tahun hingga Oktober 2017 ini mencapai…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Hanya 10%, Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Tinggi

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) Abdillah Ahsan menilai…

Pemerintah akan Terbitkan Perpres - Soal Kepemilikan Perusahaan Penerima Manfaat

    NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kepemilikan perusahaan penerima manfaat atau "beneficial ownership"…

Hasil Penjualan ORI014 Sebesar Rp8,94 triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi…