Cegah Kasus Skimming, BNI Periksa Seluruh ATM

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan mengecek seluruh 17 ribu mesin anjungan tunai mandiri perseroan di Indonesia untuk memastikan tidak terpasang alat penyadapan data (skimming) terhadap kartu ATM/debit nasabah. "Kami ingin coba preventif, semua sistem kami lakukan pemeriksaan, juga semua ATM akan kami periksa ulang," kata Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu (21/3).

Anggoro mengaku antisipasi ini menyusul semakin maraknya kasus "skimming" yang menimpa nasabah-nasabah bank lain. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan nasabah dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengaku kehilangan dana secara misterius dengan total kerugian di atas Rp150 juta.

Untuk BNI, Anggoro mengklaim, belum menerima laporan dari nasabah tentang telah terjadi kehilangan dana atau tindak pidana dugaan "skimming". "Kalau 'skimming' itu memang setiap tahun ada 'skimming', poinnya adalah bagaimana setiap bank mengamankan sistem ATM dan juga mengedukasi nasabahnya," ujar dia.

Selain meningkatkan standar keamanan, Anggoro mengatakan perbankan juga harus meningkatkan edukasi kepada nasabah agar lebih memahami upaya mencegah "skimming". Selain di mesin ATM, "skimming" juga bisa terjadi di mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/EDC). Untuk mengantisipasi hal it, lanjut Anggoro, perbankan harus mengoptimalkan sistem anti-fraud (anti-kejahatan) di setiap infrastruktur sistem pembayaran.

"Dengan ini jika ada transaksi mencurigkan akan dihentikan oleh BNI," ujar dia. Seiring dengan pencegahan "skimming bank" juga akan mengganti pita magnetik di kartu ATM/Debit menjadi teknologi chip. BNI menargetkan implementasi teknologi chip dalam kartu ATM/debit bisa mencapai 30 persen dari total kartu yang ada.

Perbankan lainnya, PT Bank Mandiri juga akan memeriksa seluruh mesin ATM. Bahkan, untuk mesin ATM yg aktif digunakan seperti di Jakarta, pengecekan dilakukan setiap satu jam sekali. "Tetapi untuk mesin ATM di daerah dan jarang digunakan pengecekan dilakukan sekali sehari," ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas.

Kejahatan "skimming" kartu ATM/Debit memiliki beberapa modus, di antaranya menempelkan alat pembaca kartu di mulut mesin ATM serta kamera tersembunyi di penutup tombol PIN. Alat pembaca kartu tersebut akan mengambil data kartu secara otomatis untuk penggandaan kartu. Sementara kamera tersembunyi diperlukan untuk mengetahui PIN dari kartu ATM. Selain perbankan, nasabah juga diminta untuk aktif mengamankan data dalam kartu ATM/debitnya.

Rohan mengatakan nasabah perlu mengganti PIN secara berkala dan menjaga kerahasiaan PIN dari pihak manapun. "Nasabah juga perlu mengaktifkan notifikasi SMS karena ketika terjadi transaksi mencurigakan, nasabah bisa langsung dapat notifikasi," ujarnya.

BERITA TERKAIT

KPPU Awasi Kemitraan Cegah Kerugian Usaha Kecil

KPPU Awasi Kemitraan Cegah Kerugian Usaha Kecil NERACA Medan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha terus mensosialisasikan pengawasan kemitraan untuk mencegah…

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan…

BNI ITB Marathon Diramaikan 4000 Pelari

Mengulang kesuksesan di tahun sebelumnya, kembali PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersama Institut Teknologi Bandung (BNI-ITB) menggelar Ultra Marathon…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Komersial BTN Tumbuh 16,89%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar…

CIMB Niaga Syariah Dukung Pembangunan RS Hasyim Asyari

      NERACA   Jombang - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menyalurkan…

Jamkrindo Syariah Kuasai Pasar Penjaminan Syariah

      NERACA   Jakarta – PT Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah mencatatkan kinerja yang cukup mentereng.…