Januari, Penjualan Alat Berat UNTR Sudah Naik 50% - Menggeliatnya Bisnis Tambang

NERACA

Jakarta – Mengawali tahun 2018 ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat pencapaian yang cukup positif. Dimana perseroan membukukan penjualan alat berat sebanyak 405 unit pada Januari 2018. Jumlah penjualan alat berat Komatsu naik 50% dibandingkan Januari tahun lalu sejumlah 270 unit. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan data operasional bulanan di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, penjualan alat berat komatsu terbanyak pada sektor pertambangan yaitu setara 56%. Kontribusi sektor pertambangan semakin besar dibandingkan Januari 2017 yang hanya 37%. Selanjutnya, penjualan Komatsu di sektor konstruksi sebesar 23%. Porsinya turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 32%.

Kemudian, penjualan alat berat di sektor perkebunan berkontribusi 13%. Porsi ini sama dengan periode Januari 2017. Adapun, penjualan alat berat di sektor kehutanan (forestry) menyumbang 8%, porsinya turun dibandingkan Januari 2017 sebesar 18%. Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis mengatakan, dengan besaran penjualan tersebut Komatsu mencatat pangsa pasar sebesar 38% pada Januari 2018. Meski demikian, Sara belum bisa memberikan gambaran terkait penjualan Februari 2018.

Sebagai catatan, pada Februari 2017 tercatat penjualan Komatsu sebesar 264 unit. Sedikit lebih rendah dari penjualan Januari 2017, yakni 270 unit. Sebagai informasi, perseroan tahun ini bakal fokus menggarap pasar kendaraan komersial barang dan penumpang. Keputusan ini merupakan respons terhadap pertumbuhan permintaan truk yang mencapai 91% pada 2017, dipicu oleh pesatnya pembangunan infrastruktur dan pusat bisnis, terutama di Jawa dan Sumatera.“Kami mendukung visi nasional untuk menjadikan industri transportasi barang dan penumpang lebih efisien, ramah lingkungan, aman, dan nyaman, melalui penyediaan produk serta jangkauan layanan purnajual kendaraan komersial terdepan di tiap kelasnya," kata Marketing Director UNTR, Loudy Irwanto Ellias.

Loudy menjelaskan, ongkos distribusi barang yang tinggi menjadi salah satu tantangan pemerataan pembangunan, antara lain disebabkan oleh ketiadaan konektivitas antarmoda. Transportasi barang, seperti UD Trucks dan Scania Trucks, akan menjadi kunci penghubung dalam rantai distribusi di Indonesia. Di sisi lain, muncul kebutuhan nasional untuk meremajakan armada bus reguler berukuran besar yang mampu menjangkau tempat-tempat yang tidak tersentuh transportasi massal berbasis rel.

Selain itu, disamping bisnis batu bara, UNTR juga merambah bisnis pertambangan emas. Dimana lewat konsesi tambang emas lewat PT Sumbawa Jutaraya (SJR) yang telah diakuisi pada 2015 bakal beroperasi pada awal tahun 2019. Tambang ini berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia, Bertoni Rio pernah bilang, masuknya perusahaan ke segmen bisnis emas berpotensi menambah pendapatan UNTR. Selain itu, penjualan alat berat UNTR juga melonjak sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan dibandingkan tahun lalu.

Bertoni memprediksi, pendapatan UNTR pada 2018 bisa mencapai Rp 68 triliun. Sedangkan laba bersih bisa mencapai Rp 8,6 triliun dengan estimasi price earning (PE) sebesar 16,7 kali.

BERITA TERKAIT

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod - Model Bisnis Sangat Potensial

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Siapapun yang Menang Pilpres 2019 : Tugas Berat Menantinya

  Oleh : Dedi Syaifullah Kurniadi Jamil, Pengamat Ekonomi Politik Kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…