Impor Banten Januari Naik 10,15 Persen

Impor Banten Januari Naik 10,15 Persen

NERACA

Serang - Nilai impor Banten Januari 2018 mengalami peningkatan 10,15 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 899,06 juta dolar AS menjadi 990,29 juta dolar AS.

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh impor nonmigas pada Januari 2018 yang mengalami peningkatan 13,68 persen dari 592,31 juta dolar AS pada bulan sebelumnya menjadi 673,32 juta dolar AS, dikuatkan oleh naiknya impor migas sebesar 3,34 persen menjadi 316,98 juta dolar AS, dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 306,75 juta dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Selasa (20/3).

Peningkatan impor tersebut utamanya akibat dari naiknya nilai impor untuk komoditi hasil minyak, mengingat pada komoditi minyak mentah dan gas tidak terjadi transaksi impor pada Januari 2018.

Dibanding bulan yang sama tahun lalu, nilai impor Januari 2018 mengalami peningkatan 16,95 persen. Penyebab utama peningkatan impor ini adalah kenaikan impor nonmigas 16,97 persen dan dibarengi oleh impor migas yang naik 16,88 persen dibanding Januari 2016. Khusus untuk impor migas, pergerakan nilai impor hanya disebabkan oleh perubahan impor komoditi hasil minyak mengingat untuk komoditi migas yang lain, tidak tercatat adanya kegiatan impor.

Peran impor komoditi nonmigas pada Januari 2018 masih sangat dominan yaitu 67,99 persen. Dominasi komoditi nonmigas juga dapat dilihat dari perannya terhadap impor pada bulan November dan Desember 2017 yang secara berturut-turut tercatat sebesar 70,40 persen dan 70,03 persen.

“Dibanding periode Januari-Desember 2016, impor Banten periode yang sama pada tahun 2017 meningkat 29,34 persen. Peningkatan tersebut disebabkan oleh impor komoditi nonmigas yang mengalami peningkatan 19,50 persen dan komoditi migas yang naik 60,17 persen,” jelas dia.

Golongan barang yang dominan memberikan andil naiknya nilai impor adalah bahan kimia organik yang mencapai 231,02 juta dolar AS, disusul besi dan baja 146,13 juta dolar AS dan gandum-ganduman sebesar 63,81 juta dolar AS.

Sedangkan negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2018 adalah Singapura dengan nilai 103,46 juta dolar AS, diikuti Rusia dan Malaysia, masing-masing sebesar 80,76 juta dolar AS dan 58,22 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 222,67 juta dolar AS.

Sepuluh golongan barang impor nonmigas Banten pada Januari 2018 adalah bahan kimia organik senilai 225,25 juta dolar AS, besi dan baja (103,86 juta dolar AS), gandum-ganduman (27,77 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (11,26 juta dolar AS), bahan bakar mineral (53,43 juta dolar AS), ampas/sisa industri makanan (33,78 juta dolar AS), gula dan kembang gula (51,39 juta dolar AS), bijih, kerak dan abu logam (26,56 juta dolar AS, biji-bijian berminyak (21,38 juta dolar AS) dan benda-benda dari besi dan baja tidak ada impor.

12 negara asal barang impor adalah Singapura senilai 45,03 juta dolar AS, Malaysia (49,85 juta dolar AS), Thailand (75,20 juta dolar AS), Rusia (59,25 juta dolar AS), Australia (67,03 juta dolar AS), Tiongkok (38,99 juta dolar AS), Arab Saudi (27,39 juta dolar AS), Jepang (21,43 juta dolar AS), Brazil (37,21 juta dolar AS), Amerika Serikat (34,63 juta dolar AS), Argentina (11,45 juta dolar AS) dan India senilai 23,77 juta dolar AS). Ant

BERITA TERKAIT

Impor Dosen Asing Harus Diperketat

      Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar Dr Ade Djulardi menilai dosen asing yang…

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart - Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen NERACA  Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi…

Efektivitas Impor Pangan Perlu Dievaluasi

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan berbagai kebijakan terkait mekanisme impor pangan yang tidak efektif agar…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Polres Sukabumi Awasi Peredaran Upal

Polres Sukabumi Awasi Peredaran Upal NERACA Sukabumi - Polres Sukabumi terus melakukan pengawasan terhadap peredaran uang palsu (upal) menjelang pemilihan…

LKPJ Walikota Depok Dibahas di Hotel Mercure Ancol - Banyak Masalah Kejanggalan

LKPJ Walikota Depok Dibahas di Hotel Mercure Ancol Banyak Masalah Kejanggalan NERACA Depok - Diduga banyak masalah diantaranya tanpa ada…

Bank Banten Ditunjuk Pemprov Salurkan Jamsosratu

Bank Banten Ditunjuk Pemprov Salurkan Jamsosratu NERACA Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) selaku bank milik…