Pelaporan Manual, e-Filing, atau e-Form?

Oleh:Wuriningsih, Staf Direktorat Jenderal Pajak *)

Salah satu kewajiban wajib pajak setelah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT ini ada 2 (dua) macam yaitu SPT Tahunan yang dilaporkan setahun sekali dan SPT Masa yang dilaporkan/dibayarkan setiap bulan. Untuk edisi kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai SPT Tahunan. Pelaporan SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi disampaikan paling lambat tanggal 31 Maret, sedangkan untuk Wajib Pajak Badan Usaha paling lambat tanggal 30 April.

Untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan bagi wajib pajak, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyediakan berbagai fasilitas. Saat ini, pelaporan SPT Tahunan bisa dilaksanakan secara manual,e-filingmaupune-form.

1.Manual

Pada awalnya semua pelaporan SPT Tahunan dilakukan secara manual. Wajib pajak yang akan melaporkan SPT Tahunan mengambil formulir yang telah disediakan di seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Indonesia.

Setiap wajib pajak wajib mengisi formulir SPT Tahunan tersebut dengan benar, lengkap, dan jelas. Pengisian formulir secara manual meliputi data penghasilan, daftar harta, maupun hutang, serta daftar keluarga yang menjadi tanggungan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Bagi wajib pajak yang menggunakan laporan keuangan maka wajib melampirkan laporan laba rugi dan neraca.

Formulir yang telah diisi dengan lengkap wajib ditandatangani oleh wajib pajak. Tahap selanjutnya adalah datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan mengambil nomor antrian. Setelah itu menyerahkan berkas kepada petugas pajak di loket untuk diproses. Proses pelaporan SPT Tahunan secara manual selesai ketika wajib pajak sudah menerima bukti pelaporan SPT Tahunan yang telah ditandatangani oleh petugas.

Pelaporan SPT Tahunan secara manual banyak mendapat keluhan dari masyarakat karena antrian yang panjang. Untuk menghindari antrian, wajib pajak diharapkan melaporkan SPT Tahunan di awal waktu.

2.E-filing

Ditjen Pajak menyediakan aplikasionlineuntuk melaporkan SPT Tahunan melaluiefilinguntuk mengurangi antrian di Kantor Pelayanan Pajak. Dengan aplikasi ini, wajib pajak tidak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak.

Pelaporan SPT Tahunan melaluiefilingmenggunakan sistem komputerisasi dan harus terhubung dengan jaringan internet. Sebelum melaporkan SPT Tahunan melaluie-filing, wajib pajak harus meminta nomore-finke Kantor Pelayanan Pajak. Nomore-finini digunakan untuk mendaftar pelaporan secaraonlinemelaluiefiling.

Wajib pajak bisa membukawebsiteDitjen Pajak di alamatdjponline.pajak.go.idkemudian memilih menue-filing. Setelah melakukan login menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) danpassword, Wajib pajak bisa melakukan pengisian SPT Tahunan. Pengisian secaraefilingini relatif mudah karena sudah disediakan panduan. Data penghasilan, daftar harta, dan hutang merupakan komponan yang harus diisikan dalam pengisiane-filing. Secara umum, pengisian SPT Tahunan secaraonlinemelaluiefilingtidak jauh beda dengan pengisian secara manual.

Setelah diisi, wajib pajak akan diminta kode verifikasi yang harus dimasukkan sebelum mengirim SPT Tahunan secaraonline. Kode verifikasi ini dikirimkan ke email masing-masing Wajib Pajak. Setelah mengisi kode verifikasi, wajib pajak bisa mengirimkan SPT Tahunan yang sudah diisi lengkap melalui menusubmitSPT. Tidak lama setelah dikirim, wajib pajak akan menerima bukti penerimaan elektronik (BPE) SPT Tahunan melalui email masing-masing wajib pajak.

Kelebihan melaporkan SPT Tahunan secaraonlinemelaluie-filingadalah wajib pajak tidak perlu datang dan mengantri di Kantor Pelayanan Pajak dan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja selama terhubung dengan jaringan internet. wajib pajak yang sudah melaporkan SPT Tahunan secaraonlinedengane-filingtidak diperkenankan lagi melapor secara manual.

3.E-form

Pelaporan SPT dengan e-form hampir sama dengane-filing.E-formini mulai diperkenalkan tahun 2017. Seperti halnyae-filing, aplikasie-formjuga dibuka dengan alamatdjponline.pajak.go.idataueform.pajak.go.id. Aplikasie-formsebagian dilakukan secara manual dan sebagian dilakukan secaraonline.

Jika dalam aplikasie-filing, wajib pajak diharuskan selesai mengisi formulir SPT Tahunan pada satu waktu pengisian karena jika tidak diselesaikan pada saat itu juga maka wajib pajak harus mengulang kembali dari awal dalam melakukan pengisian formulir. Sebaliknya dalam aplikasie-form, wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha dapat mengunggah formulir SPT Tahunan terlebih dahulu dan mengisinya kapan saja.

E-formmerupakan formulir SPT elektronik berbentukfiledengan ekstensi .xfdl yang pengisiannya dapat dilakukan secaraofflinemenggunakan aplikasiform vieweryang disediakan Direktorat Jenderal Pajak. Setelah SPT tahunan dibuat secaraoffline, wajib pajak bisa langsung meng-upload SPT-nya secaraonline.

Aplikasie-formini diluncurkan untuk mengatasi kendala pelaporan SPT Tahunan baik secara manual maupun secaraonlinemelaluie-filing. Jika pelaporan secara manual, wajib pajak harus menyiapkan waktu untuk datang dan mengantri di Kantor Pelayanan Pajak, tak jarang antriannya panjang sehingga harus menunggu lama. Pelaporanonlinesecarae-filingmembutuhkan koneksi internet, jika jaringan internet tidak stabil dan sering putus maka wajib pajak harus mengulang kembali dari awal pengisian formulir SPT Tahunan.

Saat inie-formhanya dapat digunakan oleh wajib pajak yang menggunakan formulir SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S dan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770. SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S adalah formulir SPT Tahunan yang digunakan oleh wajib pajak dengan penghasilan lebih dari 60 juta rupiah per tahun, dari satu atau lebih pemberi kerja, dalam negeri laninnya dan/atau dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final. Sedangkan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 adalah formulir SPT Tahunan yang digunakan oleh wajib pajak dengan penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas, dari satu atau lebih pemberi kerja, dalam negeri lainnya dan luar negeri dan/atau dikenakan pph final dan/atau bersifat final. E-form dapat digunakan untuk semua kriteria SPT Tahunan yaitu nihil, kurang bayar maupun lebih bayar.

Setelah membuka alamatdjponline.pajak.go.idataueform.pajak.go.id, wajib pajak terlebih dahulu login menggunakan NPWP danpasswordsama sepertie-filing. Setelah login berhasil, wajib pajak harus memperbaharui profil untuk menambahkan akses ke layanane-form. Jika pembaruan profil selesai maka maka akan muncul notifikasi bahwa pembaruan profil berhasil. Wajib pajak harus login kembali dan setelah berhasil login maka akan muncul menu layanane-formdi sebelah kanan menue-filing. Setelah menue-formdiklik maka akan muncul menu untuk mengunduh berkas-berkas terkaite-formantara lain aplikasiform viewer, petunjuk instalasi aplikasiform viewerdan petunjuk pengisiane-form.

Wajib pajak dapat membuat SPTe-formsesuai dengan jenis formulir SPT yang digunakan dengan menggunakan aplikasiform viewer. Aplikasiform viewerini dapat diisi secara offline, sehingga wajib pajak dapat mengisinya kapan saja tanpa menunggu ada jaringan internet. Dalam aplikasi form viewer, tampilan formulir yang harus diisi dan dilengkapi oleh wajib pajak sama seperti formulir SPT Tahunan yang dilaporkan manual. Data penghasilan, harta, hutang dan daftar anggota keluarga yang menjadi tanggungan harus diisi oleh wajib pajak.

Setelah diisi dengan lengkap, langkah selanjutnya wajib pajak harus melaporkan SPT e-form tersebut secara online. Setelah membuka halaman djp.go.id dan berhasil login, sama seperti pelaporan SPT Tahunan secara e-filing wajib pajak diminta untuk memasukkan kode verifikasi yang dikirim melalui email dan klik tombol "submit". Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) akan dikirimkan keemailwajib pajak.

Saat ini aplikasie-formini memang hanya bisa digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan jenis formulir 1770 S dan 1770 seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Harapannya ke depan,e-formdapat digunakan juga untuk pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan Usaha. Pelaporan secara manual,e-filingmaupune-form, wajib pajak diharapkan dapat menyampaikan SPT Tahunan sebelum batas waktu pelaporan SPT yaitu 31 Maret untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan 30 April untuk Wajib Pajak Badan Usaha. (www.pajak.go.id)*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi

BERITA TERKAIT

Untuk Kepentingan Rakyat atau Menghitung Investasi?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, mahalnya mahar politik menjadi anggota legislatif…

Menggugat Kesahihan Data atau Saatnya Membangkitkan Optimesme Nasional

Oleh : Kuntoro Boga Andri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian   Pertanyaan seputar kesahihan data pangan yang…

Membeli Merek atau Kenyamanan?

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Warren Buffet sosok miliarder berkelas dunia yang bijak mengatakan bahwa "Jangan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Mewaspadai Politisasi Emak-Emak

Oleh : Rika Prasetya, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia     Beberapa pekan yang lalu, media mengulas fenomena…

Selamat Bertanding Secara Beradab Kedua Kubu Koalisi

  Oleh : Doddy Soemintardjo, Pemerhati Kajian Informasi Strategis   Jika tidak ada aral melintang,  dalam waktu dekat akan dilakukan…

Kendalikan Ekspektasi Liar dari Pelemahan Mata Uang

Oleh: Dr. Fithra Faisal Hastiadi MSE., MA., Dosen FEB-UI  Tekanan terhadap rupiah memang cukup banyak. Kondisi internal perekonomian kita juga…