WIKA Beton Bagikan Dividen Rp 101,1 Miliar - Catatkan Laba Bersih Tumbuh 20,92%

NERACA

Jakarta – Berkah geliatnya bisnis infrastruktur membawa dampak berarti terhadap kinerja keuangan PT Wijaya Karya Beton (WTON) Tbk yang mencatatkan pertumbuhan positif. Lantaran hal tersebut, perseroan bakal membagikan dividen sebesar Rp 12,13 per saham. Keputusan pembagian dividen telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Direktur Utama PT Wika Beton Tbk, Hadian Pramudita mengatakan, perseroan akan mengalokasikan dana sebesar Rp101,1 miliar atau sekitar 30% dari laba bersih yang dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,8% dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp9,80 per lembar saham.”Alhamdulillah RUPS ini berjalan dengan lancar kita harapkan Wika Beton tetap sesuai dengan rencana. Untuk deviden dalam satu bulan ini sudah bisa," ujarnya di Jakarta, Senin (19/3).

Sepanjang tahun 2017, WTON mencatatkan penjualan sebesar Rp5,36 triliun meningkat 54,01% dari pencapaian tahun 2016. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp340 miliar, meningkat 20,92% dari pencapaian tahun 2016. Hadian menambahkan, di tengah stagnannya kontribusi sektor konstruksi di pasar modal WIKA Beton dapat terus tumbuh dan mengembangkan bidang usahanya serta meraih Operating Cash Flow positif sebesar Rp556 miliar. Sejumlah kekhawatiran yang menyelimuti, di antaranya mengenai kepastian sumber pendanaan atas sejumlah proyek infrastruktur,

Hal ini tentu menjadi indikator utama sebagai penentu keberhasilan suatu bisnis. Demikian halnya dengan Rasio Return on Equity yang terus tumbuh, semula 11,5% menjadi 12,7% atau mengalami peningkatan sebesar 1,2%. Porsi penjualan sepanjang tahun 2017 ke WIKA group relatif tidak mengalami peningkatan berarti, masih berkisar 25% terhadap seluruh penjualan. Pihak swasta masih menduduki peringkat pertama dalam hal penyerahan penjualan, yaitu pada kisaran 36%.

Sementara selebihnya, penjualan ke perusahaan BUMN dan sebagian kecil penyerahan ke Pemerintah. Sedangkan untuk sektor pekerjaan yang dilakukan sebagian besar untuk sektor infrastuktur yang mencapai 50%. Pertumbuhan usaha tahun tersebut memberikan bukti bahwa perseroan mampu mencatatkan kinerja yang terus tumbuh meskipun di tengah tekanan persaingan yang semakin meningkat.

Pada tahun 2018 ini perseroan mentargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing diperkirakan akan tumbuh di atas 20%. Optimisme ini didasari atas beberapa faktor, antara lain anggaran Pemerintah yang semakin meningkatkan serta kondisi perekonomian Indonesia yang meningkatkan pula sehingga memberikan keyakinan serta optimisme pihak swasta dan asing untuk terus berinvestasi di Indonesia. "Tahun ini mengharapkan positif karena pembangunan juga masih tumbuh. Dari rencana ditargetkan pemerintah baru 20-30% yang diperoleh dari satu proyek," jelasnya.

BERITA TERKAIT

LABA BERSIH BNI TUMBUH

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Bisnis Ritel Tambok P. Setyawati…

Wika Bitumen Perkuat Bisnis Pengolahan Aspal - Gandeng Investor Asal Cina

NERACA Jakarta – Melengkapi bisnis di sektor konstruksi dan infrastruktur, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui anak usahanya PT…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…