SIDO Ambil Alih Formula Jamu Keluarga Hidayat - Kuras Dana Rp 33,95 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyatakan jika pemberian lisensi rahasia dagang antara keluarga Hidayat dari almarhumah Desu Sulistio Hidajat telah berakhir pada 15 Maret 2018. Perseroan pun melakukan penjualan dan pengalihan rahasia dagang dengan keluarga Hidayat dan CV Mekar Subur. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri jamu dan farmasi, mengingat pentingnya rahasia dagang tersebut demi kelangsungan hidup perseroan serta sudah lebih dari 70 tahun digunakan perseroan maka perseroan membeli rahasia dagang tersebut dari keluarga Hidayat. Objek transaksi adalah resep atau formula Jamu Sido Muncul dan seluruh hasil pengembangannya beserta dengan seluruh hak, manfaat, dan kepentingan yang melekat pada rahasia dagang.

Adapun nilai transaksi pembelian rahasia dagang sebesar Rp33,95 miliar yang telah dibayarkan perseroan kepada keluarga Hidayat dan CV Mekar Subur. Nilai transaksi ini tidak lebih dari satu persen ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2017. Nilai transaksi pembelian formula dagang Jamu Sido Muncul tersebut berdasarkan hasil penilaian KJPP Benedictus Darmapuspita.

Asal tahu saja, tahun ini PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk memulai ekspor produk ke Myanmar dan Kamboja.”Kami bersama dengan distributor lokal kedua negara telah menandatangani perjanjian kerja sama terkait penyaluran produk," kata Sekretaris Perusahaan Sido Muncul, Tiur Simamora.

Saat ini, menurut Tiur, perseroan dan rekanan tengah mempersiapkan realisasi kerja sama tersebut. Industri Jamu dan Farmasi Sido melalui distributor lokal tersebut dapat mulai memasarkan produk pada Maret ini.”Perseroan menawarkan, ekspor produk herbal maupun enegry drink kepada rekanan dan berencana ekspansif menggarap pasar ekspor. Dengan penambahan pasar, kami yakin kontribusi ekspor minimal mencapai 5%, tahun lalu, perseroan mencatat kontribusinya sekitar 2,5% terhadap total pendapatan," ujarnya.

Tiur mengatakan, perseroan fokus melakukan ekspor produk di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Nigeria karena permintaan untuk produk herbal, atau enegry drink cukup baik. Khusus Nigeria, bahkan Industri Jamu dan Farmasi Sido sudah mendirikan anak usaha, Muncul Nigeria Limited sejak 5 Januari 2018.”Untuk Nigeria, kami memasarkan produk Kuku Bima, dan tingkat permintaannya sangat bagus. Di samping itu perseroan telah menjalankan ekspor produk ke Filipina, dan kami mengkaji peluang ekspansi di Dubai," jelasnya.

BERITA TERKAIT

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…