Prinsip Dasar Berbisnis Syariah

Oleh : Agus Yuliawan

Pemerhati Ekonomi Syariah

Bisnis syariah di tanah air tumbuh dan berkembang seperti jamur di musim penghujan—akan tetapi perspektif masyarakakat dengan istilah bisnis syariah masih bias sekali, hal ini tidak lepas dari pemahaman mereka tentang prinsip dasar bisnis syariah masih dangkal . Untuk itu pengetahuan tentang prinsip dasar dalam bisnis syariah harus diketahui sejak dini mungkin bagi mereka yang ingin mengimplementasasikannya. Dalam ilmu ekonomi Islam ada empat prinsip (aksioma) yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah, yaitu: tauhid (unity), keseimbangan atau kesejajaran (equilibrium), kehendak bebas (free will), dan tanggung jawab (responsibility).

Penjelasan dari prinsip dasar tersebut adalah--ketika kita memahami tauhid, maka akan mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Dalam kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan berakhir kepada-Nya. Dialah pemilik mutlak dan absolut atas semua yang diciptakannya. Oleh sebab itu segala aktifitas khususnya dalam muamalah dan bisnis manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada, jangan sampai menyalahi batasan-batasan yang telah diberikan. Sedangkan keseimbangan atau kesejajaran (equilibrium) merupakan konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial.

Kemudian kehendak bebas (free will) mengartikan bahwa manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi. Tetapi dalam kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia haruslah sejalan dengan prinsip dasar diciptakannya manusia yaitu sebagai khalifah di bumi. Sehingga kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu telebih lagi pada kepentingan umat. Sementara tanggung jawab (responsibility) terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat. Karena manusia hidup tidak sendiri dia tidak lepas dari hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri sebagai komunitas sosial. Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya diakhirat, tapi tanggung jawab kepada manusia didapat didunia berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sangsi moral dan lain sebagainya.

Dalam perspektif ini, tokoh pemikir ekonomi Islam bernama Beekun mengungkapkan pendapatnya, bahwa selama ini terdapat lima aksioma dalam ekonomi Islam. Sebagai yang kelima adalah benovelence atau dalam istilah lebih familiar dikenal dengan Ihsan. Ihsan adalah kehendak untuk melakukan kebaikan hati dan meletakkan bisnis pada tujuan berbuat kebaikan. Kelima prinsip tersebut secara operasional perlu didukung dengan suatu etika bisnis yang akan menjaga prinsip-prinsip tersebut dapat terwujud.

Nah dari pemahaman perspektif inilah—kita akan semakin jelas bahwa salah satu tujuan dalam mengembangkan bisnis syariah di muka bumi ini bukan sebatas pada keuntungan duniawi saja yang bersifat material tapi lebih dari itu. Nilai-nilai yang merupakan prinsip dasar berbisnis syariah itulah yang digapai. Maka dari itu menjalankan bisnis syariah perlu sebuah perubahan paradigma yang revolusioner pada diri kita sehingga secara pribadi akan memiliki multiplaier effect terhadap kehidupan kita selama ini. Itulah kenapa berbisnis syariah bukan sebuah bisnis biasa tapi sebuah hijrah dalam berbisnis yang sesuai dengan nilai – nilai sepiritual yang kita miliki. Sayang sekali dalam implementasinya yang terjadi saat ini masih berjalan secara parsial dan belum komperehensif. Untuk itu edukasi dan literasi pemahaman tentang prinsip dasar berbisnis syariah harus rajin digalakkan sehingga umat akan semakin paham bagaimana cara – cara berbisnis syariah tersebut. Semoga!

BERITA TERKAIT

Roadmap Ekonomi Syariah Rampung Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan peta jalan (roadmap) ekonomi syariah akan rampung pada…

Saham Pratama Abadi Masuk Efek Syariah

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait dengan penetapan efek syariah yaitu Keputusan Nomor:…

Madusari Murni Didepak Dari Efek Syariah - Produksi Bahan Alkohol

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatalkan Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-45/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT Madusari Murni…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Transformasi Pembangunan Ekonomi

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF   Gejolak ekonomi global memang tak berkesudahan. Setiap kali datang, banyak negara dihantam. Kali…

Likuiditas Global Ibarat Pesawat Komersial

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri Negara-negara di dunia, seperti negara emerging market sebenarnya hanya menjadi "mainan" likuiditas global,…

DPT Ganda

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Kisruh lima tahunan terkait DPT ganda terulang lagi…