Kobexindo Catat Pendapatan US$ 74,87 Juta - Penjualan Alat Berat Tumbuh 104%

NERACA

Jakarta –Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menorehkan kinerja keuangan yang cukup gemilang. Dimana emiten perusahaan alat berat ini berhasil membukukan pendapatan tumbuh 77% mencapai US$ 74,87 juta atau melampaui target yang dicanangkan perseroan minimal 40%.

Melesatnya pertumbuhan pendapatan perseroan membawa laba bersih perseroan ikut terkerek naik sebesar US$ 7,38 juta menjadi US$1,53 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yakni minus US$5.85 juta. “Pencapaian tersebut melampaui kinerja Kobexindo pada tahun 2014, dimana pendapatan tercatat US$ 74,79 juta dan laba bersih US$ 616 ribu. Hal ini tidak lepas dari membaiknya harga komoditas global, strategi efisiensi yang diterapkan oleh perseroan dan dukungan serta kerja keras dari segenap karyawan dan manajemen Kobexindo.”kata Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk, Humas Soputro dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/3).

Dirinya menjelaskan, pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh kinerja empat segmen usaha yakni segmen penjualan alat berat, segmen penjualan suku cadang, segmen after sales dan segmen pendapatan sewa. Segmen penjualan alat berat memberikan kontribusi pendapatan terbesar yakni 84,5% atau setara US$ 63,28 juta dari total pendapatan secara konsolidasi. Bahkan segmen ini menjadi segmen dengan tingkat pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 104%.

Disebutkan, penjualan excavator Doosan menjadi produk terlaris dan disukai oleh perusahaan-perusahaan pertambangan yang membutuhkan excavator yang handal dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan service yang prima. Sementara segmen dengan kontribusi terbesar kedua adalah segmen penjualan suku cadang dengan pendapatan US$ 6,2 juta atau setara 8,3% dari total pendapatan konsolidasi.

Disusul kemudian oleh segmen after sales/ maintenance sebesar US$ 3 juta atau 4% dan terakhir segmen pendapatan sewa sebesar US$ 2,4 juta atau 3,2 % dari total pendapatan konsolidasi. Kemudian strategi efisiensi yang diterapkan perseroan guna menekan aneka beban seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi dan beban operasi lainnya membuat pertumbuhan aneka beban perseroan lebih kecil ketimbang pertumbuhan pendapatan.

Kata Humas, hingga akhir tahun 2017 Kobexindo berhasil meningkatkan marjin laba kotor menjadi 19,9%, dan margin laba usaha menjadi 5,8%. Strategi efisiensi tersebut merupakan salah satu strategi mitigasi Perseroan untuk menghadapi fluktuasi dan perkembangan di industri Pertambangan. Menurutnya, membaiknya arus kas dari kegiatan operasional, termasuk pembayaran dari pelanggan membuat posisi kas dan setara kas perseroan tumbuh signifikan sebesar 790% pada FY2017 menjadi US$5,79 juta dari posisi FY 2016 yakni US$650 ribu.”Posisi kas dan setara kas tahun 2017 sebesar US$5,79 juta telah mengembalikan posisi kas dan setara kas Kobexindo seperti pada akhir tahun 2012 lalu, yakni US$4,28 juta. Ini akan meningkatkan kemampuan Kobexindo mendukung operasional maupun pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan dimasa mendatang.” jelas Humas Soputro.

Sementara liabilitas jangka pendek naik tipis 16,74% menjadi US$ 46,14 juta sedangkan liabilitas jangka panjang turun minus 25,26% menjadi US$13,84 juta dibandingkan tahun 2016 yakni US$18,52 juta. Kewajiban atau utang bank jangka pendek turun 26,4 % menjadi US$2,97 juta dan utang bank jangka panjang turun minus 41,71% menjadi US$9,27 juta dibandingkan tahun 2016 US$15,90 juta.

BERITA TERKAIT

Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap…

93 Juta Sedotan Digunakan Setiap Harinya

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 93 juta batang sedotan plastik digunakan dalam sehari di seluruh Indonesia yang akan…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…