Pefindo Sematkan Peringkat AAA Indosat

NERACA

Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mendapat peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, obligasi berkelanjutan II tahun 2017-2019, obligasi berkelanjutan I tahun 2014-2016 dan obligasi VIII tahun 2012 juga berhasil mendapatkan hasil pemeringkatan idAAA. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pefindo menyebutkan, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan rating tertinggi yang diberikan Pefindo. Di sini kemampuan obligor untuk memenuhi komitmem keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut adalah superior. Peringkat juga mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama (Ooredoo) dengan posisinya sebagai entitas anak yang penting secara strategis, posisi pasar perusahaan sebagai operator telekomunikasi kedua di Indonesia yang memiliki kinerja operasional stabil.

Meski begitu, pemeringkatan dibatasi oleh kebijakan finansial perusahaan yang moderat dan ketatnya persaingan dalam industri telekomunikasi. Selain itu, Pefindo juga menyematkan peringkat AAA untuk sukuk ijarah berkelanjutan II tahun 2017-2019, sukuk ijarah berkelanjutan I tahun 2014-2016 dan sukuk ijarah V tahun 2012. Artinya, penerbitan sukuk sudah mempersyaratkan pemenuhan prinsip syariah dan korporasinya sendiri memilki outlook stabil.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan yang cenderung konservatif. Dimana pertumbuhan pendapatan ditargetkan di kisaran low single digit sekitar 0%-5%. Pasalnya, tahun ini, perusahaan hanya memiliki dua rencana ekspansi. Rencana pertama, memperluas jaringan LTE ke empat wilayah di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Rencana kedua ialah mengembangkan aplikasi pelanggan milik ISAT, MyIM3. Langkah awal yang akan diambil emiten telekomunikasi ini dalam mengembangkan aplikasi tersebut yaitu mengintegrasikan aplikasi MyIM3 dengan layanan uang elektronik PayPro yang juga bekerja sama dengan ISAT. Namun, ke depannya, Joy berharap aplikasi ini bisa menjadi solusi bagi gaya hidup digital para pelanggan mereka.

Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat lini business-to-business (B2B). Saat ini, ISAT melayani layanan enterprise, internet of things (IoT), connectivity, dan data center untuk pelanggan korporasi. Hal ini perlu diambil lantaran lini B2B memberikan kontribusi sebesar 21% dari total pendapatan. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) senilai Rp 7 triliun untuk tahun ini.

Dana tersebut akan diambil sebagian dari obligasi yang telah diterbitkan pada akhir 2017, dana kas internal, dan pinjaman bank. Hasil penerbitan obligasi tahun lalu juga akan digunakan untuk membayar kembali utang (refinancing) yang akan jatuh tempo tahun ini. Sebagai informasi, ISAT memiliki utang obligasi senilai Rp 2,84 triliun yang akan jatuh tempo tahun ini.

BERITA TERKAIT

Pefindo Pertahankan Peringkat Muamalat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat untuk PT Bank Muamalat Tbk pada credit watch dengan implikasi negatif. Peringkat ini…

Pefindo Pangkas Rating Intiland Jadi BBB+

NERACA Jakarta - Dibalik agresifnya pengembangan bisnis properti milik PT Intiland Development Tbk (DILD), rupanya PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)…

Pefindo Kebajiran Mandat Pemeringkat Efek - Surat Utang Jatuh Tempo Rp 60 Triliun

NERACA Jakarta –Naiknya peringkat surat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service dengan prospek positif dari Baa3 menjadi Baa2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Taspen Tingkatkan Porsi RDPT Jadi 20%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Taspen (Persero) mulai meningkatkan porsi investasi di sektor pasar modal melalui reksa dana penyertaan…

Laba Lippo Karawaci Terkoreksi 30,39%

NERACA Jakarta - Lesunya bisnis properti di 2017, memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Dimana emiten…