PT Pupuk Indonesia Rilis Obligasi Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menerbitkan obligasi dalam rangka penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai Rp3 triliun pada pertengahan tahun ini.”Target dana yang dihimpun Rp10 triliun dan masih ada Rp3 triliun. Jadi, pertengahan tahun ini kita terbitkan sisanya," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat di Jakarta, Kamis (15/3).

Dia menambahkan, dana hasil penerbitan obligasi tersebut salah satunya untuk memenuhi anggaran belanja modal sepanjang tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun. Sisa kebutuhan capex akan dipenuhi dari kas internal."Rencana penggunaan dananya untuk pengembangan pabrik serta refinancing pinjaman jatuh tempo," ujarnya.

Menurut dia, anggaran belanja modal pada tahun ini lebih besar dari realisasi tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp4 triliun. Saat ini, sejumlah proyek tengah dikerjakan oleh perseroan seperti pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda berkapasitas sebanyaj 1 juta ton per tahun, PT Pupuk Kujang Cikampek sebesar 200.000 ton per tahun, PT Petrokimia Gresik 500.000 ton per tahun, dan PT Pupuk Kalimantan Timur 1 juta ton per tahun.

Tahun ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 5,5 triliun. Sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan pabrik pupuk nitrogen, phosphorous, dan potassium (NPK). Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Indarto Pamoengkas pernah bilang, pihaknya berencana membangun pabrik-pabrik baru untuk memproduksi pupuk NPK. “Di Indonesia, kebutuhan pupuk NPK masih tinggi, sedangkan suplai masih kurang, sehingga dipenuhi dengan impor. Untuk mencukupi kebutuhan itu, Pupuk Indonesia akan mendirikan pabrik pupuk NPK," ungkapnya.

Lanjutnya, kebutuhan pupuk NPK dari tahun ke tahun semakin naik, karena petani mulai sadar dan beralih dari pupuk tunggal (urea) ke pupuk majemuk (NPK). Rencananya, pabrik pupuk tersebut akan dibangun di Palembang, Aceh, Kalimantan Timur, dan Cikampek, dengan total kapasitas mencapai 2,2 juta ton. Pembangunan pabrik-pabrik tersebut nantinya akan fokus di lokasi-lokasi yang memang sudah memiliki pabrik, tetapi belum memproduksi pupuk NPK. Indarto menyebut, investasi yang diperlukan untuk pembangunan satu pabrik berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun. "Bergantung proses produksi maupun kapasitasnya,"tuturnya.

BERITA TERKAIT

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi - Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus NERACA Depok - Meski baru saja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…