BRI Perkuat Sistem IT dan Kembalikan Uang Nasabah

NERACA

Jakarta - Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat dan mengambil beberapa langkah pencegahan agar kejadian ini tak terulang. Misalnya adalah dengan penguatan sistem IT perbankan. Sementara itu, pihak BRI sudah mengembalikan dana nasabah yang hilang akibat kasus skimming

"Ini bukan virus, ini bagaimana orang mengacak-acak sistem, jaringannya dibaca, dia bisa menyedot data. Bagaimana dia bisa menyedot data? itu yang diamankan. Jadi IT itu pertahanan utama kita. Di internal cepat membaca atau menyiapkan pertahanan teknologinya," kata dia saat ditemui di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/3).

Sementara itu, Direktur Utama BRI Suprajarto menambahkan kasus skimming hanya terjadi pada 1 unit ATM di Kediri. Jumlah nasabah yang dirugikan sebanyak 40-an dengan total dana yang hilang mencapai Rp 100 juta. Suprajarto menjelaskan proses pergantian uang nasabah yang hilang sudah selesai dilakukan dan pihaknya juga telah menangkap pelaku kejahatan skimming.

Agar kasus ini tak terulang, BRI akan segera mempercepat penggunaan teknologi chip pada transaksi menggunakan kartu ATM/ Debit. Kesulitannya sekarang adalah proses distribusi kartu kepada nasabah yang membutuhkan waktu tidak sebentar. "Kalau chip mungkin baru 5% lah, karena juga itu prosesnya enggak gampang ya, ada berapa langkah yang harus kita lakukan tapi itu terus kita lakukan dan insyaallah pertengahan tahun depan selesai walaupun mungkn bank lain masih mundur sampai tahun 2022 tapi kita ingin cepat," ujarnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto mengatakan saat ini perusahaan tengah melakukan enhancement keamanan di teknologi e-channel milik BRI. "Kenyamanan nasabah menjadi fokus kami, dan kami mengimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan Bank BRI," ujarnya, Rabu (14/3).

Terkait kejadian dugaan skimming yang terjadi di Kediri, Bambang menjelaskan bahwa Bank BRI telah menyelesaikan investigasi internal secara cepat dan seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh. Bambang mengatakan BRI juga telah mengambil langkah preventif mengantisipasi kejadian serupa dengan berbagai langkah, terutama dalam mengamankan uang nasabah baik dari sisi teknologi maupun kebijakan.

Menurut Bambang, interaksi BRI dengan nasabahnya adalah hal yang fundamental bagi bank, sehingga BRI akan terus melakukan edukasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam transaksi perbankan. BRI, menurut dia, akan mengganti seluruh kerugian yang dialami nasabahnya jika dalam hasil investigasi menunjukkan bahwa terbukti skimming.

Para nasabah BRI diminta agar mengganti PIN secara berkala untuk melindungi transaksinya. Selain itu, BRI juga sudah menampilkan tayangan pada layar ATM berupa imbauan untuk menutupi tangan saat memasukkan PIN.

Nasabah juga diimbau mengaktifkan SMS notifikasi sehingga bisa langsung mengetahui jika ada kejanggalan transaksi dan install BRI Mobile yang memiliki fitur disable card, sehingga nasabah bisa menon-aktifkan rekening langsung dari handphone. “BRI terus melakukan edukasi bagi nasabahnya serta masyarakat secara umum dalam mengamankan transaksi perbankan sehari-hari,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Mencari Kandidat Terbaik - Sistem Kalibrr Bawa Perubahan Proses Rekrutmen

NERACA Jakarta - Seiring dengan berkembangnya teknologi, proses rekrutmen calon pegawai pun mengalami revolusi. Tujuannya adalah mendapatkan karyawan yang tepat…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…

Pemprov Sumsel Bahas Sistem Pembelian Beras Petani

Pemprov Sumsel Bahas Sistem Pembelian Beras Petani NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) membahas sistem pembelian beras…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…