Perlu Kejar Aplikasi Teknologi Untuk Produktivitas Pertanian

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian melakukan uji coba teknologi tata kelola air yang diharapkan dapat menjadi jalan keluar/ solusi efektif dan efisien untuk pengembangan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia. "Teknologi yang disebut dengan Sheet-Pipe System tersebut diuji coba di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kemeterian Pertanian, Subang," kata Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Ani Andayani melalui siaran pers Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian yang disalin dari Antara.

Dikatakan bahwa saat ini Indonesia terus mengejar dan melihat peluang dengan berbagai aplikasi teknologi untuk meningkatkan produktifitas pertanian tanah air. "Kita semua tahu, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman), tidak ingin lahan tidur berupa rawa dan lahan kering menjadi lahan terlantar dan tidak produktif. Dengan berbagai upaya kita sudah berhasil memanen padi di lahan rawa, namun tingkat produktivitas dan optimalisasi lahan masih kurang," katanya.

Hingga saat ini, data yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian bersama Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia sudah mencapai hampir dua juta hektare dari target pemerintah sebanyak empat juta hektare target pemerintah.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Budi Indra Setiawan, memaparkan bahwa penjajakan teknologi Sheet-Pipe System ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

Perusahaan yang mengembangkan teknologi ini, sudah berjanji melakukan studi kelayakan selama tiga kali musim tanam di Balai Besar Padi, Sukamandi, Jawa Barat. Japan International Cooperation Agency (JICA) akan menjadi sponsor penerapan teknologi ini di Indonesia dengan memberikan dana hibah (grant) selama tiga tahun.

Dana tersebut digunakan untuk penerapan teknologi pada lokasi lahan rawa maupun lahan kering di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sejauh ini, di luar Jepang, teknologi ini baru diaplikasikan di Vietnam atau pada Delta Sungai Mekong. Indonesia menjadi negara kedua di luar Jepang.

CEO Kyouwa Kensetsu Kogyo Co., Ltd, Koremasa Tamura mengatakan bahwa produk Sheet-Pipe System ini sudah melewati masa uji coba dan mendapatkan paten international. Teknologi ini dapat bertahan selama 15 tahun, bahkan hingga 20 tahun. Ia melihat kondisi lahan di Indonesia layak menggunakan teknologi ini.

Diakhir dari uji coba dilapangan, Ani Andayani mengatakan aplikasi teknologi ini, membutuhkan sumber daya manusia terlatih, dan memahami IT, agar dapat menggunakan alat yang sudah canggih dengan sensitivitas sensor yang sangat tinggi tersebut.

Beragam inovasi yang dihasilkan melalui teknologi industri pangan selayaknya harus bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja agar bermanfaat secara nasional. Sementara itu, saat ini anggaran bagi peneliti di Tanah Air masih relatif kecil dibandingkan dengan yang dimiliki negara maju.

"Hasilkan suatu inovasi teknologi serta temuan-temuan yang bisa mengangkat nama bangsa dan juga bermanfaat bagi masyarakat baik di bidang pangan, industri dan juga kebutuhan sehari-hari," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Jakarta, seperti disalin dari Antara. Untuk itu, ujar dia, perlu dihasilkan suatu lembaga dewan riset yang berfungsi untuk mengoordinasikan aktivitas riset serta menciptakan inovasi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama-sama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir menegaskan pentingnya pengembangan inovasi sektor pertanian nasional. Saat mengunjungi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Mekanisasi Pertanian di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/3), Mentan menegaskan, kalau ingin pertanian maju harus dengan mekanisasi, harus dengan teknologi. Menurut Amran, sejumlah inovasi dalam alat mesin pertanian terbukti dapat mempercepat produksi dan meningkatkan produktivitas hingga sebanyak 40-50 persen.

Untuk itu, ujar dia, paradigma pengembangan sektor pertanian harus diubah dari metode tradisional menjadi mekanisme yang lebih modern dengan pendekatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para petani.

Sementara itu, Menristekdikti mengemukakan, kawasan sains dan enjiniring pertanian moderen di Serpong merupakan kawasan yang ditunjuk Kementan untuk mengembangkan inovasi sektor pertanian.

M Nasir menambahkan, sinergi ini diharapkan bisa menciptakan swasembada yang lebih baik, meningkatkan efisiensi, dan mendapatkan nilai tambah bagi masyarakat. Untuk itu, ujar dia, diharapkan koordinasi ke depannya dapat benar-benar ditingkatkan sehingga dapat betul-betul memberikan nilai tambah, serta agar warga dapat seluas-luasnya dapat menggunakan inovasi sektor pertanian tersebut.

Saat ini, Kawasan Sains dan Enjiniring Pertanian Modern Serpong sudah membangun sejumlah infrastruktur penunjang seperti gedung galeri, rumah tanam terkendali berbasis teknologi informasi, penataan sistem irigasi mikro dan embung, serta penataan lahan dan jalan usaha tani guna mendukung komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabe, dan tebu. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, luas areal pencetakan sawah baru dalam kurun waktu 2014-2017, naik hingga sekitar 500 persen.

BERITA TERKAIT

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Memacu Manufaktur Lewat Percepatan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…